Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Ilegal
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Slank saat bertemu dengan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo. Antara
Harianjogja.com, SEMARANG—Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan berbeda pilihan politik adalah hal yang biasa dan jangan sampai hal itu menjadi momen yang bisa memecah belah persatuan bangsa.
"Mungkin kita punya pilihan politik yang berbeda, biasa saja. Kita tidak perlu bertengkar, tidak perlu jotos-jotosan," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu
Hal itu disampaikan Ganjar saat menghadiri Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud yang digelar di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ganjar juga berpesan agar perdamaian bangsa harus dijaga menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024."Karena kami membawa pesan damai, kami membawa pesan damai dan tolong Sahabat Ganjar kalau ada pilihan yang berbeda tidak apa-apa," kata Ganjar.
BACA JUGA : Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Alun-alun Kulonprogo Bakal Dihadiri Megawati dan Slank
Acara yang diselenggarakan relawan Sahabat Ganjar itu menghadirkan grup musik NDX AKA dan musisi lokal lainnya. Masyarakat yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Tengah itu tampak sangat antusias meski diguyur hujan.
Ganjar pun menyampaikan kepada semua orang yang hadir yang didominasi kalangan Gen Z dan milenial itu untuk menerima perbedaan pilihan politik dan menyambut kontestasi politik dengan riang gembira.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyebutkan, relawan Sahabat Ganjar membawa pesan perdamaian dengan menghadirkan hiburan rakyat.
"Nomor Anda yang Anda angkat itu berbeda dengan saya, saya tidak apa-apa dan Sahabat Ganjar mampu menghadirkan pada dukungan yang Anda sampaikan," kata Ganjar.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa dalam sambutannya menuturkan Ganjar adalah pemimpin yang sepenuhnya menggunakan hati saat berada di tengah rakyat. Menurut Andika, Ganjar adalah contoh pemimpin yang bisa melahirkan pendukung militan lantaran kedekatannya dengan rakyat.
"Hanya seorang pemimpin yang memakai hati yang bisa menjadikan loyalis pengikutnya semua militan dan rela berkorban. Itulah Mas Ganjar. Ganjar Menang, Ganjar-Mahfud," tutur Andika.
Hal senada disampaikan Caleg DPR RI dari PDIP Mochamad Herviano yang hadir pada kesempatan itu. Dia mengatakan, pesan perdamaian yang dibawa harus dilaksanakan untuk menjaga suasana riang gembira.
"Apapun pilihannya, kita tetap damai, tertib. Kita tunjukkan teman-teman semua kita bisa tertib, setuju ya? Kita riang gembira dengan kita tertib," ucap Herviano.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.