Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badai atau Siklon Tropis Anggrek sudah menjauhi wilayah Indonesia sehingga dampaknya terhadap cuaca di DIY sudah jauh berkurang. Namun dalam dua sampai tiga hari ke depan masih ada potensi hujan lebat.
Dalam pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (BMKG Stamet YIA), Siklon Tropis Anggrek sudah bergerak ke arah barat daya. Meski demikian, hujan lebat masih sangat mungkin mengguyur beberapa wilayah karena sebab lain.
Cuaca di wilayah DIY dalam beberapa hari ke depan lebih banyak dipengaruhi oleh pola tekanan di sekitar wilayah Australia. Kondisi ini memperkuat pola angin Baratan di sebagian besar wilayah Jawa, termasuk wilayah DIY.
BACA JUGA: Ada Badai Anggrek, Cempaka, Dahlia, Ini Penyebab Siklon Tropis Diberi Nama Bunga
“Dua sampai tiga hari ke depan, potensi hujan di wilayah DIY masih cukup besar. Daerah [yang perlu perhatian lebih, karena intensitas hujannya lebih besar] antara lain Kulonprogo, Gunungkidul, Bantul bagian Selatan, dan Sleman bagian Utara,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Stamet YIA, Anang Ariane, Selasa (23/1/2024).
Pola tekanan di sekitar wilayah Australia merupakan kondisi umum. Pola tersebut biasa terjadi saat musim hujan. Salah satu tandanya berupa menguatnya angin Baratan, dan akan berulang setiap tahunnya. “Hanya akan bervariasi intensitas maupun durasinya,” katanya.
Dalam beberapa hari belakangan, Siklon Tropis Anggrek berdampak pada cuaca ekstrem, yakni hujan lebat dan angin kencang. Kabid Penanganan Darurat dan Damkarmat BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto, mengatakan potensi ancaman masih bisa terjadi, salah satunya pohon tumbang.
BACA JUGA: Pohon Tumbang Makan Korban, Pengendara Motor Meninggal Dunia Tabrak Pohon yang Melintang
Cuaca ekstrem yang terjadi di DIY beberapa kali menelan korban, mulai dari terseretnya seorang bocah di Sungai Konteng Sedayu, tiga pemotor yang luka tertimpa pohon tumbang di Wonosari, serta seorang pemotor tewas kecelakaan setelah menabrak pohon tumbang di Godean.
Sampai Minggu (21/1/2024) pukul 16.30 WIB, BPBD DIY mencatat ada enam titik kejadian di Sleman, enam titik di Kulonprogo dan tujuh titik di Kota Jogja. Dampaknya berupa pohon tumbang, talut ambrol, rumah dan tempat usaha rusak, tanah longsor, baliho roboh, dan lainnya.
Lilik mengatakan masih berkoordinasi dengan kabupaten terkait serta dinas sosial setempat, terkait aturan yang memayungi tindak lanjut terhadap korban tertimpa pohon tumbang itu. "Sementara untuk rumah rusak di Bantul itu intervensinya dari kabupaten, ketentuannya di masing-masing kabupaten, belum dari provinsi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.