Pendekatan Keamanan di Papua, Komnas HAM: Tidak Boleh Eksesif

Newswire
Newswire Rabu, 13 Desember 2023 22:17 WIB
Pendekatan Keamanan di Papua, Komnas HAM: Tidak Boleh Eksesif

Prajurit Satgas Yonif 300/Bjw saat memasak bersama mama-mama kampung Erogobak, Kabupaten Puncak Papua Tengah yang sempat diganggu KKB. (Antara/HO/Dok Yonif 300/Bjw)

Harianjogja.com, JAKARTASeluruh calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024 yang kelak terpilih diingatkan untuk tidak melakukan pendekatan keamanan yang eksesif atau berlebihan terkait dengan peredaman konflik di Papua. Hal ini diutarakan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Pramono Ubaid Tanthowi.

"Pendekatan keamanan tidak boleh bersifat eksesif karena pendekatan keamanan terlalu eksesif, itu akan memperluas area konflik, menambah jumlah korban, dan membuat pelanggaran HAM yang terjadi itu makin berlarut-larut," kata Komisioner Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi saat ditemui di kantornya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2023).

Menurut Pramono, presiden yang nanti terpilih bisa melakukan beberapa langkah untuk meredam konflik yang sudah berlarut-larut itu. Misalnya, berdialog antarwarga dan pemerintah untuk mencari solusi penyelesaian konflik.

"Suara masyarakat Papua tetap didengarkan. Sebelum pengambilan kebijakan, apa yang perlu dilakukan untuk mereka, sehingga apa yang dilakukan pemerintah itu berdasarkan kebutuhan masyarakat," kata dia.

BACA JUGA: Implementasi NPWP sebagai NIK Ditunda

Selain itu, lanjut Pramono, pemerintah juga bisa melakukan pendekatan dari segi pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM)

Seluruh masyarakat di sana, lanjut dia, harus mendapatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan sehingga bisa menjadi SDM unggul. Pembangunan infrastruktur juga harus dilakukan demi mengejar ketertinggalan masyarakat Papua. Setelah itu, Pramono menambah pemerintah bisa melakukan pendekatan keamanan yang tidak eksesif kepada masyarakat.

"Pendekatan keamanan juga penting untuk memastikan rasa aman warga Papua dari ancaman Kelompok Bersenjata (KKB)," kata dia. Dengan mengedepankan upaya tersebut, dia yakin secara konflik yang ada di Papua perlahan akan menurun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online