Investasi Pariwisata Indonesia Tembus Rp39,68 Triliun Semester I/2026
Investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16,64% dan ditopang lonjakan PMA.
Nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut bahwa perubahan iklim berdampak terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI Imran Pambudhi menjelaskan bahwa cuaca ekstrem hingga kenaikan permukaan air laut menjadi beberapa faktor yang berpengaruh besar.
BACA JUGA: Nyamuk Ber-Wolbachia Tekan Kasus DBD dan Turunkan Angka Rawat Inap akibat Demam Berdarah
“Maka dampak perubahan iklim ini cukup besar terkait kejadian [DBD]-nya. Jadi cuaca ekstrem, kemudian kenaikan permukaan air laut, dan sosio-ekonomi demografi ini akan banyak sekali berpengaruh terhadap dengue,” katanya dalam webinar yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sabtu (25/11/2023).
Menurutnya, perubahan iklim ini mencakup beberapa hal, yaitu fenomena el nino, kondisi temperatur/suhu, kelembaban, curah hujan, hingga kecepatan angin. Hal-hal tersebut akan banyak berpengaruh terhadap aspek-aspek yang dimiliki nyamuk seperti perkembangbiakan vektor, menjamurnya tempat pembiakan, hingga kemampuan terbang vektor nyamuk.
“Ini akan berpengaruh terhadap jumlah vektor atau parasit pada vektornya, kemudian perkembangbiakan vektor nyamuknya, memicu banyaknya breeding place, dan juga kemampuan terbang vektor nyamuknya,” jelas Imran.
Dia kemudian memberikan gambaran bahwa nyamuk penyebab demam berdarah atau Aedes aegypti terbilang “malas” karena hanya memiliki kemampuan terbangdi bawah 100 meter. “Jadi dia hanya di dekat-dekat itu saja. Begitu kalau anginnya cukup besar, maka dia tidak bisa terbang lebih jauh,” tuturnya.
Selain itu, frekuensi gigitan nyamuk akan semakin tinggi apabila suhu lingkungannya juga meningkat. “Pada kondisi 18 derajat, nyamuk itu mengisap darah atau menggigit itu setiap 5 hari sekali. Tapi begitu suhunya naik menjadi 33 derajat, maka dia akan mengisap darah setiap dua hari sekali. Otomatis dengan semakin seringnya dia menggigit, maka kemampuan dia untuk menularkan penyakit juga akan semakin besar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kasus DBD masih menjadi masalah di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes RI pada Januari hingga November 2023, tercatat ada 76.449 kasus dengue dengan 571 kasus kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16,64% dan ditopang lonjakan PMA.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.