Kredit Investasi Melonjak, Bank Prioritaskan Sektor Produktif
Pertumbuhan kredit investasi mencapai 19,48% pada April 2026. Perbankan mulai memprioritaskan pembiayaan sektor produktif dengan risiko lebih terukur.
Ilustrasi petani panen rumput laut./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM)mulai mengkaji potensi rumput laut sebagai produk berbasis terigu.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Budi Sulistyo menyampaikan kedua kementerian ini baru memasuki pembicaraan tahap awal terkait hal tersebut. “Kalau pembicaraan awal sudah ya, nanti akan [ada] pembicaraan lebih serius lagi,” kata Budi di Cold Storage 1.000 Ton Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (9/11/2023).
Budi menuturkan, potensi rumput laut dapat mencapai 9 juta ton basah. Adapun, potensi rumput laut Indonesia untuk ekspor dan keperluan dalam negeri masing-masing sekitar 4 juta ton basah.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki sebelumnya mengusulkan kebijakan afirmasi, yaitu kewajiban menggunakan rumput laut pada produk berbasis terigu. “Nanti dibahas lagi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kementerian Perindustrian, dan kami," kata Teten, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, potensi rumput laut Indonesia untuk ekspor dan keperluan dalam negeri sangatlah besar, baik sebagai substitusi impor gandum untuk ketahanan nasional maupun sebagai bagian dari hilirisasi komoditas lokal.
Ini juga sejalan dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu industrialisasi berbasis sumber daya alam lokal.
BACA JUGA: DPR Minta Buka Impor Jagung karena Pakan Ternak Mahal, Mentan Malah Tambah Impor Gandum
Teten menuturkan, rumput laut dapat mensubstitusi sekitar 30% kebutuhan tepung terigu sebagai ketahanan pangan. Kemudian dari segi harga, produk ini juga sangat kompetitif dibanding tepung terigu impor.
“Selama ini kita impor tepung terigu dan gandum, kalau subtitusi olahan rumput laut bisa terlaksana secara menyeluruh, kita mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus menghemat devisa negara,” tuturnya.
Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara penghasil rumput laut kedua terbesar di dunia setelah China. KKP mencatat total produksi rumput laut nasional pada tahun 2020 sebesar 9,6 juta ton dengan komoditas utama adalah eucheuma cottonii sebesar 6 juta ton.
Dari lahan potensial seluas 12.123.383 Ha dengan lahan existing/termanfaatkan seluas 102,254 hektare atau sekitar 0,8%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pertumbuhan kredit investasi mencapai 19,48% pada April 2026. Perbankan mulai memprioritaskan pembiayaan sektor produktif dengan risiko lebih terukur.
Menaker Yassierli menyoroti pengangguran muda 17,4 persen di tengah 48 persen perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja kompeten.
Indonesia masuk negara dengan serangan siber ponsel tertinggi di Asia-Pasifik. Kaspersky mengungkap ancaman berbasis AI meningkat dan makin sulit dideteksi.
BYD dikabarkan menyiapkan mobil listrik baru di bawah Atto 1 dengan harga sekitar Rp200 jutaan. Model ini berpotensi menjadi salah satu EV termurah di pasar glo
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.