Alfamidi Kembali Salurkan 1.500 Telur Cegah Stunting untuk 50 Balita di Margodadi
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Jumpa pers Jakarta Fashion Week 2024, di Jakarta beebrapa waktu lalu. PT Epson Indonesia menyiapkan printer Epson Monna Lisa ML-16000 dan seri printer Epson F-Series bagi Nadjani dalam memproduksi koleksinya di Jakarta Fashion Week 2024. Ist/epson
JAKARTA—Sebagai bagian dari tujuan yang lebih luas untuk meningkatkan kesadaran akan hasil pencetakan tekstil yang ramah lingkungan, Epson, pemimpin teknologi global untuk pencetakan profesional, berkolaborasi dengan tiga desainer lokal ternama, Calla the Label, Aleza dan Nadjani, untuk mencetak dan memproduksi koleksi peragaan busana mereka.
Adapun seri tipe printer Epson yang digunakan dalam proses mencetak bagi Calla the Label dan Aleza adalah printer Epson Monna Lisa ML-16000 dan seri printer Epson F-Series bagi Nadjani dalam memproduksi koleksinya di Jakarta Fashion Week 2024, yang merupakan pekan mode terbesar secara tahunan di Indonesia.
Kini industri fesyen berkembang untuk mengurangi karbonisasi manufaktur dengan memanfaatkan teknologi yang berkelanjutan. Lebih dari 70% emisi gas rumah kaca industri dihasilkan dari aktifitas hulu fesyen.
BACA JUGA: Ini Daftar Terbaru Pinjol Legal OJK 2023 dan Ciri-cirinya
Untuk mengurangi emisi berbahaya, brand dapat mengadopsi solusi pencetakan tekstil digital bersama dengan pilihan tinta yang berkelanjutan. Menanggapi hal tersebut mengenai praktik dan komitmen berkelanjutan, industri tekstil perlahan-lahan mengarah ke solusi berkelanjutan - tetapi masih banyak yang harus dilakukan.
Tinta pigmen telah muncul sebagai pilihan yang ramah lingkungan dan efektif, dengan dampak lingkungan yang lebih rendah secara keseluruhan, sebagian disebabkan oleh proses produksinya yang lebih singkat secara keseluruhan, serta mengurangi limbah dan penggunaan air.
Hal ini telah membantu tinta pigmen memenuhi standar global praktik pencetakan tekstil yang berkelanjutan, sehingga mendapatkan sertifikasi Eco Passport.
"Di Epson, kami menyadari peran penting dari teknologi berkelanjutan. Produk kami dirancang untuk memenuhi kebutuhan komersial dan industri sambil tetap memperhatikan lingkungan terhadap manusia dan planet kita - dan kemitraan dengan merek-merek yang memiliki tujuan seperti Calla the Label, Nadjani dan Aleza akan sangat membantu dalam mendorong orang lain untuk mengadopsi praktik pencetakan tekstil yang lebih berkelanjutan," ujar Lina Mariani selaku Head of Vertical Business PT Epson Indonesia.
"Calla the Label percaya pada fesyen berkelanjutan dan kami sangat senang dapat bekerja sama dengan pemimpin teknologi seperti Epson yang memiliki keyakinan yang sama. Kolaborasi baru-baru ini di Jakarta Fashion Week merupakan bukti komitmen kami dan kami berharap dapat menciptakan lini fesyen yang lebih berkelanjutan di masa depan," Yeri Afriyani selaku founder Calla the Label.
"Sebagai seorang desainer, sangat penting untuk mencetak kain dengan proses yang ramah lingkungan ke dalam lini produk saya. Meskipun kami secara aktif memanfaatkan tren dan gaya, keberlanjutan merupakan inti dari merek kami, dan inovasi serta etos Epson telah menjadi tambahan yang luar biasa bagi perjalanan merek Aleza," ujar Dia Demona, Managing Director dari Aleza.
Senada dengan desainer lainnya, Nadya Amatullah Nizar selaku founder dari brand Nadjani pada JFW 2024 kali ini, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan suatu kesempatan yang sangat luar biasa bagi Nadjani untuk kembali bekerja sama dengan Epson, “Dengan menggunakan printer Epson dalam sistem produksi tekstil dapat mengurangi produksi limbah dan mengurangi pemakaian energi yang efisien. Hal tersebut merupakan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi jejak karbon dan melindungi lingkungan.” Ujarnya.
Di Indonesia, sekitar 5.000 perusahaan besar dan menengah serta 500.000 perusahaan kecil dan mikro aktif dalam industri tekstil. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia mengalami pertumbuhan investasi sebesar 89,41% selama kuartal pertama tahun 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mencapai $ 4,63 miliar.
Dengan pertumbuhan yang pesat ini, terdapat peluang untuk mendorong keberlanjutan yang lebih besar di dalam industri ini. Salah satunya, Baju Kertas di Bandung yang sudah menggunakan Epson Monna Lisa, dalam waktu dekat akan ada installasi Epson Monna Lisa ML-32000 dengan tinta reactive di Labda Anugerah Tekstil, Bali sebagai eco-friendly digital tekstil printing di Indonesia dan Epson Monna Lisa ML-8000 dengan pigment printing solution di Bright Printing, Jakarta yang environmentally friendly.
Epson bangga menjadi yang terdepan dalam digitalisasi tekstil, di mana teknologi pencetakan kami memberikan kontribusi yang signifikan terhadap transformasi industri di Asia Tenggara. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Gedung PLHUT Sleman mulai dibangun dengan konsep one-stop service untuk mengintegrasikan layanan administrasi hingga manasik haji dan umrah.
UNEP memproyeksikan suhu global melampaui 1,5 derajat Celsius dalam beberapa tahun ke depan, meningkatkan risiko bencana dan ancaman kesehatan.
Cara cek desil BPS lewat HP melalui DTSEN dan Cek Bansos Kemensos serta kaitannya dengan wacana pembatasan pembelian Pertalite.
Beras premium 5 kg mulai langka di sejumlah ritel. Mendag Budi Santoso mengatakan Bulog mulai memasok beras premium dan medium ke ritel modern.
Dinsos Bantul mencatat ribuan usulan penerima bansos, termasuk 1.789 usulan PBI JK, 95 PKH, dan 79 bantuan sembako melalui kalurahan dan Dinsos.