Band Modern Rock 24 Degrees Rilis EP Perjalanan
Band modern rock asal Jogja, 24 Degrees, meluncurkan minialbum atau extended play (EP) berjudul Perjalanan yang bermaterikan lima lagu.
Digital Branding Desa Wisata Bugisan Prambanan/ist
Harianjogja.com, JOGJA—Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkenalkan Sistem Manajemen Pelatihan Terintegrasi untuk Maju (S-tuju).
Direktur Pengembangan SDM Kemenparekraf Florida Pardosi memaparkan S-tuju tidak hanya menyajikan sebuah aplikasi tetapi juga merangkul filosofi perubahan yang memunculkan era baru dalam pendekatan pelatihan industri pariwisata.
Memperkenalkan aplikasi itu, Direktorat SDM Pariwisata Kemenparekraf menggelar pelatihan pengembangan inovasi produk desa wisata di Hotel Grand Rohan Jogja pada 16-17 Oktober 2023.
Dalam agenda itu, para peserta dan pelatih mendaftar S-tuju. Tidak hanya itu, S-tuju juga memungkinkan para peserta untuk mengikuti prates dan pascates hingga mengunduh sertifikat pelatihan.
“Sistem ini bukan sekadar aplikasi melainkan pilar fundamental untuk memajukan industri pariwisata. Integrasi data, kemudahan akses, dan analisis mendalam yang disajikan oleh S-tuju memungkinkan para pelaku usaha dan peserta pelatihan memperoleh pemahaman mendalam tentang seluk-beluk pelatihan,” ujarnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (19/10/2023).
Pelaksana Harian Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan, mengungkapkan dalam pengembangan desa wisata maka perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan sebagai tindak lanjut Sosialisasi Sadar Wisata (SSW).
Pelatihan tidak hanya dilakukan bagi pelaku pariwisata tetapi juga para masyarakat setempat. “Karena itu, kami menyambut baik adanya S-tuju karena mampu menjadi platform pelatihan yang dapat diakses oleh masyarakat luas,” tuturnya
Peserta pelatihan, Linda Kusumawati, dari Desa Bumiharjo, mengaku antusias tentang pengalamannya menggunakan S-tuju karena aplikasi itu memberikan akses tak terbatas ke informasi pelatihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.