Dana Rp300 Triliun di Himbara Mulai Ditarik, Dikembalikan ke BI
Kemenkeu mulai mengembalikan dana SAL Rp300 triliun yang ditempatkan di Himbara ke Bank Indonesia secara bertahap guna menjaga stabilitas keuangan.
Ketua KPK Firli Bahuri/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri akhirnya buka suara soal foto pertemuannya dengan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang beredar luas.
Seperti diketahui, Syahrul Yasin atau SYL merupakan pihak yang diduga terseret dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan). Dia juga diduga diperas oleh pimpinan KPK sebagaimana laporan ke Polda Metro Jaya yang kini telah naik ke tahap penyidikan.
Sejalan dengan mencuatnya dua kasus yang berkaitan itu, foto pertemuan Firli dan SYL mengemuka. Keduanya terlihat bertemu di sebuah lapangan badminton yang belakangan diketahui berlokasi di Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Firli lalu membenarkan pertemuan sebagaimana yang tertangkap dalam foto tersebut. Namun, dia mengatakan bahwa pertemuannya dengan SYL terjadi pada 2 Maret 2022. Sementara itu, perkara di Kementan baru masuk ke tahap penyelidikan pada Januari 2023.
"Perkara di Kementerian Pertanian ini mulai masuk ke tahap Penyelidikan oleh KPK pada sekitar Januari 2023. Sedangkan pertemuan di Lapangan Bulutangkis antara saya dengan Menteri Pertanian saat itu, Sdr. Syahrul Yasin Limpo, terjadi sebelum periode tersebut, tepatnya yaitu sekitar pada tanggal 2 Maret 2022. Dan itupun beramai- ramai ditempat terbuka," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/10/2023).
Dengan demikian, Purnawirawan Polri itu mengatakan bahwa status hukum SYL belum menjadi pihak yang berperkara di KPK saat terjadinya pertemuan tersebut.
Firli lalu menyampaikan bahwa pertemuannya dengan SYL pada 2022 itu bukan merupakan inisiasi maupun undangannya kepada politisi Partai Nasdem itu. Berdasarkan catatan Bisnis, Firli pada 5 Oktober 2023 juga telah membantah pertemuan dengan SYL yang merupakan pihak berperkara di kasus Kementan.
Mantan Kabaharkam Polri itu bahkan sempat menyinggung bahwa sangat mungkin para koruptor saat ini tengah bersatu melakukan serangan balik.
"Begitu banyak perkara korupsi yang sedang diselesaikan KPK. Sangat mungkin saat ini para koruptor bersatu melakukan serangan, apa yang kita kenal dengan istilah when the corruptor strikes back, namun kami pasti akan ungkap semua," ujarnya.
Firli lalu berharap agar masyarakat tidak tergiring opini-opini yang tidak sesuai fakta dan dapat mengaburkan pokok perkara yang sedang ditangani oleh lembaganya yakni dugaan tindak pidana korupsi di Kementan berupa dugaan pemerasan dalam jabatan, gratifikasi dan pencucian uang.
Lembaga antirasuah pun telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Bersamaan dengan itu, sebanyak sembilan orang telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan pertama, di antaranya pihak-pihak tersangka.
Penyidik lembaga antirasuah juga telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi seperti rumah dinas dan pribadi SYL, ruangan kerja menteri dan sekjen di kantor Kementan, serta rumah-rumah lain dari pihak yang terseret kasus tersebut.
BACA JUGA: Bertemu Jokowi, Mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo Pamit dan Minta Maaf
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menaikkan status perkara dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK dalam penanganan kasus Kementan ke tahap penyidikan. Sebelumnya, polisi telah meminta keterangan atau klarifikasi dari enam orang saksi pada tahap penyelidikan dalam kurun waktu 21 Agustus sampai dengan 6 Oktober 2023.
Salah satu pihak saksi dimaksud yakni eks Mentan SYL yang dikabarkan diperas oleh pimpinan KPK sebagai pihak terlapor.
"Dari hasil pelaksanaan gelar perkara dimaksud, selanjutnya direkomendasikan untuk dinaikkan status penyelidikan ke tahap penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan," jelas Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri, Sabtu (7/10/2023).
Ade juga menyebut akan mendalami lebih lanjut terkait dengan foto pertemuan Ketua KPK Firli Bahuri dan eks Mentan SYL. Dia mengatakan bahwa foto tersebut akan didalami pada kegiatan penyidikan tersebut.
"Terkait dengan foto yang beredar, seputar pertemuan yang terjadi, juga telah direkomendasikan dalam pelaksanaan gelar perkara yang dilakukan pada Jumat 6 Oktober 2023 di ruang gelar perkara Bagwassidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk mendalami lebih lanjut di tahap penyidikan nantinya terkait dengan temuan dokumen foto dimaksud," terangnya.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenkeu mulai mengembalikan dana SAL Rp300 triliun yang ditempatkan di Himbara ke Bank Indonesia secara bertahap guna menjaga stabilitas keuangan.
Teknik stutter step jadi tren di Piala Dunia 2026. Mbappe sukses, Messi & Kane sempat gagal, Neymar pensiun usai eksekusi. Ini kisah di balik penalti.
Hasil FP1 MotoGP Jerman 2026: Raul Fernandez tercepat, kalahkan Marquez 0,051 detik. Bagnaia posisi 19. Persaingan sengit di Sachsenring.
Rekomendasi HP terbaik untuk usia 40 tahun ke atas: Samsung Galaxy A56, Redmi Note 15 Pro, iPhone 16e, vivo V60, Oppo Reno15, A36, dan realme C85. Layar besar,
Presiden Prabowo mengungkap 240 BUMN telah ditutup dan menargetkan 800 perusahaan ditertibkan hingga akhir 2026. Langkah ini disebut menghemat hampir Rp70 trili
Stadion Sultan Agung Bantul mulai direnovasi untuk menyambut Super League dan Championship musim 2026/2027. PSIM Jogja dan Persiku Kudus akan menggunakan SSA.