Rusia Pindah Posisi Kapal Armada Laut Hitam, Ini Artinya ..

Rendi Mahendra
Rendi Mahendra Kamis, 05 Oktober 2023 22:07 WIB
Rusia Pindah Posisi Kapal Armada Laut Hitam, Ini Artinya ..

Kapal-kapal, termasuk yang membawa biji-bijian dari Ukraina dan menunggu inspeksi, terlihat berlabuh di lepas pantai Istanbul pada 2 November 2022 di Istanbul, Turki. Rusia menangguhkan partisipasinya dalam Prakarsa Biji-Bijian Laut Hitam yang didukung PBB pekan lalu dengan menyatakan "tidak dapat menjamin keselamatan kapal sipil" setelah serangan terhadap armada Laut Hitam Rusia. Bloomberg/ Getty Images

Harianjogja.com, JAKARTA—Pasukan Rusia baru-baru ini memindahkan beberapa kapal Armada Laut Hitam dari Sevastopol di wilayah pendudukan Krimea ke sebuah pelabuhan di Novorossiysk, Rusia. Apa arti sikap ini? 

Menurut Institute for the Study of War (ISW), pemindahan tersebut adalah upaya untuk melindungi kapal-kapal tersebut dari serangan Ukraina.

Adapun dari gambar satelit mulai 1 Oktober dan 3 Oktober, militer Rusia telah memindahkan setidaknya 10 kapal, termasuk fregat Laksamana Makarov dan Laksamana Essen, dari Sevastopol ke Novorossiysk.

Transfer tersebut juga dilaporkan mencakup tiga kapal selam diesel, lima kapal pendarat, dan beberapa kapal rudal kecil.

ISW memandang pemindahan kapal tersebut sebagai langkah defensif, meskipun lembaga pemikir Rusia, Pusat Analisis Strategi dan Teknologi, mengklaim pemindahan tersebut merupakan tindakan rutin.

Pada 22 September, militer Ukraina mengonfirmasi keberhasilan serangan terhadap markas besar Armada Laut Hitam di Sevastopol. Serangan itu dilaporkan dilakukan dengan rudal jarak jauh Storm Shadow.

Pada tanggal 3 Oktober, Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan serangan Ukraina mengakibatkan “kekalahan fungsional” armada Rusia.

“Pasukan Rusia untuk sementara mungkin memindahkan beberapa kapal ke Novorossiysk menyusul beberapa serangan terhadap aset BSF di dan dekat Sevastopol, namun kemungkinan akan terus menggunakan pelabuhan Sevastopol, yang masih menjadi basis BSF,” kata ISW.

Armada Laut Hitam Rusia secara aktif memblokir rute perdagangan setelah runtuhnya Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, sehingga mengancam pasokan pangan global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online