Harga Emas Antam Hari Ini 15 November 2024 Naik Tipis, Rp1.470 Juta per Gram
Harga emas Antam pada perdagangan hari ini, Jumat (15/11/2024) terpantau mengalami kenaikan dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.
Gas rumah kaca./Ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA—Mikroplastik terdeteksi berada di awan. Hal itu kemungkinan besar mempengaruhi iklim yang belum sepenuhnya dipahami.
Persoalan tersebut diungkap para peneliti di Jepang. Penelitian yang diterbitkan dalam Environmental Chemistry Letters menyebut bahwa para ilmuwan mendaki Gunung Fuji dan Gunung Oyama untuk mengumpulkan air dari kabut yang menyelimuti puncak gunung.
Melansir CNA, para ilmuwan itu menerapkan teknik pencitraan canggih pada sampel untuk menentukan sifat fisik dan kimianya.
Mereka mengidentifikasi sembilan jenis polimer berbeda dan satu jenis karet dalam mikroplastik di udara dengan ukuran berkisar antara 7,1 hingga 94,6 mikrometer. Setiap liter air awan mengandung antara 6,7 hingga 13,9 potong plastik.
BACA JUGA: Bibit Siklon Tropis 91W Bawa Peluang Hujan di Kota Besar, Termasuk di Jogja?
Lebih lanjut, banyaknya polimer “hidrofilik” atau yang menyukai air, menunjukkan bahwa partikel tersebut memainkan peran penting dalam pembentukan awan yang cepat dan juga sistem iklim.
Penulis utama Hiroshi Okochi dari Universitas Waseda memperingatkan bahwa jika isu polusi udara plastik tidak ditangani secara proaktif, perubahan iklim dan risiko ekologis dapat menjadi kenyataan.
“Jika tidak ditangani secara proaktif, perubahan iklim dan risiko ekologis dapat menjadi kenyataan, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius dan tidak dapat diubah di masa depan,” katanya, Rabu (27/9/2023).
Dia mengatakan saat mikroplastik mencapai lapisan atas atmosfer dan terkena radiasi ultraviolet dari sinar matahari, mikroplastik akan terurai dan berkontribusi terhadap gas rumah kaca.
Mikroplastik didefinisikan sebagai partikel plastik di bawah 5 milimeter yang berasal dari limbah industri, tekstil, ban mobil sintetis, produk perawatan pribadi, dan masih banyak lagi.
Fragmen-fragmen kecil ini ditemukan di dalam tubuh ikan di dasar laut terdalam yang menutupi es laut Arktik dan menyelimuti salju di pegunungan Pyrenees antara Prancis dan Spanyol.
BACA JUGA: Awas! Gelombang Setinggi 4 Meter Diprediksi Melanda Perairan Selatan Kulonprogo
Meski begitu, mekanisme pengangkutannya masih belum jelas, dan penelitian mengenai pengangkutan mikroplastik melalui udara masih terbatas.
“Sepengetahuan kami, ini adalah laporan pertama mengenai mikroplastik di udara dalam air awan,” tulis para penulis dalam makalahnya.
Mikroplastik berhubungan dengan berbagai dampak bagi kesehatan jantung dan paru-paru, serta kanker, selain kerusakan lingkungan yang meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam pada perdagangan hari ini, Jumat (15/11/2024) terpantau mengalami kenaikan dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa