APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun
Kemenkeu melaporkan defisit APBN Januari 2026 Rp54,6 triliun atau 0,21% PDB. Pendapatan Rp172,7 triliun, belanja Rp227,3 triliun.
Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko saat menghadiri acara Kopdarnas PSI di Jakarta, Selasa (22/8/2023)./JIBI-Surya Dua Artha Simanjuntak.
Harianjogja.com, JAKARTA—Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko merasa Megawati Soekarnoputri memahami langkah politiknya yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi capres dalam Pemilu 2024.
Budiman mengaku mendengarkan pernyataan Megawati dalam acara "Temu Kebangsaan" di Yogyakarta pada Selasa (22/8/2023) siang. Pada saat itu, menurutnya, Megawati menyatakan suatu kewajaran apabila ada dinamika politik jelang pilpres.
"Ya saya pikir pernyataan Bu Mega itu pernah dinyatakan kepada saya juga ketika saya bertemu beliau di rumahnya, bahwa menjelang politik ini biasa ada dansa-dansi dan dinamika, itu suatu proses yang wajar," ujar Budiman saat ditemui di sela-sela acara Kopdarnas PSI, kawasan Stadion GBK, Selasa (22/8/2023).
Oleh sebab itu, dia yakin Megawati tak mempermasalahkan langkahnya yang dukung Prabowo meski notabenenya PDIP usung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Budiman pun memuji kematangan berpikir ketua umumnya itu.
Baca juga: Calon Wisudawan UGM Dapat Pembekalan dari Ganjar Pranowo dan Menteri Investasi
"Jadi dari pernyataan Bu Mega, saya ingin mengatakan bahwa Bu Mega bisa memahami dinamika ini. Jadi menurut saya, itu menunjukkan kematangan beliau, sebagai orang yang sudah matang segala macam dan saya pikir kita butuh dialog-dialog yang dingin untuk dinamika seperti ini supaya tidak tegang," jelasnya.
Budiman pun mengklaim, pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu untuk persatuan nasional. Dia tak ingin ada pembelahan dalam masyarakat akibat ajang Pilpres 2024.
"Harus segera kita hitung berapa banyak biaya sosial dalam politik yang diakibat oleh polarisasi politik, bahaya sekali," katanya.
Sebagai informasi, dalam acara "Temu Kebangsaan" di Yogyakarta, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kader tidak memusingkan dansa-dansa politik yang dibentuk para elite. Dia mengaku sudah sejak lama memperkirakan dinamika politik seperti yang terjadi saat ini.
Megawati pun menyinggung nama Budiman Sudjatmiko. Lalu, dia menceritakan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.
"Jadi, saya ini dipanggil [Jokowi] ditanya, 'Bu suasana nanti ketika akan pemilu, kalau menurut ibu, suasananya seperti apa?" ungkap Megawati menirukan pertanyaan Jokowi, dikutip dari rilis media PDIP.
Mantan presiden RI itu menjawab santai pertanyaan orang nomor satu di Indonesia itu.
"Saya gampang aja, 'Bapak tahu enggak kalau orang berdansa?'. (Dijawab Jokowi) ‘Loh, saya nanya urusan politik, kok, ibu urusan berdansa'," katanya.
Megawati menerangkan, dansa itu sebagai simbol yang bisa dimaknai sendiri, berdua, atau beramai-ramai. Gerakannya bisa datar, pelan, dan kencang. Bahkan, lanjutnya, akan ada adegan gonta-ganti pasangan.
"Terus beliau [Jokowi] sambil ketawa, 'Oh, saya paham',” tirunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Kemenkeu melaporkan defisit APBN Januari 2026 Rp54,6 triliun atau 0,21% PDB. Pendapatan Rp172,7 triliun, belanja Rp227,3 triliun.
BPBD Bantul telah menyalurkan 110.000 liter air bersih kepada 1.387 warga di lima kalurahan sejak status siaga darurat kekeringan berlaku.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Presiden Prabowo meluncurkan Program Mandatori B50 yang ditargetkan menghemat devisa hingga Rp170 triliun dan memperkuat ketahanan energi.
Fenomena embun upas kembali muncul di Dieng dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius, memicu lonjakan kunjungan wisatawan saat libur sekolah.
Nama Kepala Diskominfo Kulonprogo Bambang Sutrisna dicatut pelaku melalui WhatsApp. ASN dan masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan.