Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Gambar file yang disediakan oleh Ekspedisi OceanGate menunjukkan kapal selam dalam ekspedisi wisata untuk menjelajahi reruntuhan Titanic./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Ledakan kapal Titan pada Minggu (18/6/2023) menyingkap misteri laut dalam di sekitar bangkai Kapal Titanic yang telah tenggelam 111 tahun lamanya. Sejumlah hewan aneh dan menakutkan di laut dalam menjadi penghuni bangkai kapal itu seperti laba-laba laut raksasa dan spesies cacing yang langka di laut dalam.
Dilansir dari Syfy Wire, Selasa (11/7/2023), laut dalam merupakan salah satu ekosistem yang paling sedikit dipahami, karena tidak mudah dijangkau oleh banyak orang.
BACA JUGA : Berikut Bunyi "Kontrak Kematian" Kelima Penumpang Kapal .
Secara fundamental, lingkungannya sangat berbeda dari permukaan lain, sehingga makhluk yang hidup di sana hanya sedikit yang mirip dengan makhluk hidup di Bumi.
Di atas kedalaman 3.000 meter di zona jurang laut, hewan telah beradaptasi dengan dunia tanpa siklus siang-malam, tanpa perubahan musim, dan hampir tanpa pengaruh cuaca di permukaan. Gelap, dingin, dan tekanan menghancurkan makhluk yang tinggal di sana.
Salah satu makhluk hidup di bangkai Titanic adalah Abyssobrotula galatheae, belut berpenampilan mengerikan pemakan cacing dan krustacea. Hewan ini ditutupi kulit semitransparan yang memungkinkan otot-otot di bawahnya terlihat.
Hewan ini memiliki mata, tetapi kecil dan terletak jauh di dalam tengkorak, dan diyakini tidak berfungsi. Sebaliknya, spesies ini mengandalkan sejumlah pori-pori sensorik di kepala untuk berburu mangsa di kegelapan jurang yang tak berujung.
.jpg)
Laba-laba laut raksasa hidup di kedalaman antara 2.000-4000 meter dan menempati Titanic sebagai wilayah asalnya.
Hewan ini ditemukan di perairan dalam di seluruh dunia, merangkak di sepanjang dasar atau berenang menggunakan kaki yang panjangnya bisa mencapai setengah meter.
BACA JUGA : Penyelidikan Kapal Selam Wisata Titanic: Sebelum Hancur
Ketika menemukan sesuatu yang enak untuk dimakan, laba-laba menyeruputnya dengan belalainya yang besar seperti sedotan.
.jpg)
Halomonas titanicae adalah bakteri dan pertama kali diisolasi pada 2010 dari fitur karat seperti es yang disebut rusticles, tumbuh di bangkai kapal.
Bakteri ini tumbuh di koloni besar di atas rusticles yang mereka konsumsi untuk makanan. Seiring waktu, bakteri tersebut akan memakan semua besi di kapal dan Titanic akan hilang selamanya.
Tentunya, masih banyak spesies di dalamnya yang menakutkan dan akan membuat banyak manusia berdecak kagum karena hewan itu jarang terekspos dan terlihat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.