Dosen UKDW Jadi Juri Falling Walls Lab Yogyakarta 2026
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess
Ganjar Pranowo berkunjung ke rumah warga Kebumen untuk memberikan bantuan renovasi rumah./Ist
KEBUMEN—Pasangan suami istri Amin dan Parni, warga Desa Sidogede Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen tidak menyangka rumahnya bakal dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Politikus berambut putih itu datang untuk memberikan bantuan renovasi rumah.
Saat ini, rumah Amin masih berdinding kayu dan berlantai tanah. Bahkan, ruang dapurnya masih jadi satu dengan ruang tamu. Rumahnya itu merupakan peninggalan dari orangtuanya.
"Iya, hari ini dikunjungi Pak Ganjar untuk memberikan bantuan. Saya tidak menyangka kalau Pak Ganjar datang ke sini," kata Amin dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (23/6/2023).
Sehari-hari, Amin bekerja serabutan. Padahal, dia harus menanggung biaya hidup istri dan kedua anaknya. Sehingga, untuk merenovasi rumah hanyalah impian belaka.
Namun, kehadiran Gubernur Jawa Tengah dua periode itu telah mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. "Saya memang ingin merenovasi rumah karena dindingnya sudah bolong-bolong. Saya senang sekali dibantu sama Pak Ganjar," tuturnya.
Baca juga: Seluruh Kuota Zonasi Reguler di 17 SMA Negeri di Sleman Ludes
Selain Amin, Gubernur Ganjar juga memberikan bantuan renovasi rumah ke Qoimun, yang juga merupakan warga Desa Sidogede.
Ganjar menyampaikan bahwa bantuan rumah tak layak huni (RTLH) akan terus dilakukan. Program bantuan renovasi rumah ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Ini kami coba bantu terus, hari ini bantuan kami berikan dari Baznas kepada masyarakat," ujar Ganjar.
Ia berharap, pelaksanaan bantuan RTLH juga dapat dilakukan secara bergotong royong antarwarga. Sehingga persoalan RTLH di Jawa Tengah segera dapat dituntaskan.
"Sekaligus ini ada banyak anak kecil dan balita, kita tetap sosialisasikan agar yang masih di bawah dua tahun pakai ASI, orangtuanya ikut program KB, serta sosialisasi soal stunting, kita omongkan sekalian. Sehingga nanti dari kades semuanya bisa menjaga warganya,"pungkasnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess
Sultan HB X dorong Raperda perfilman dan karst untuk lindungi budaya dan lingkungan Jogja secara berkelanjutan.
Sebanyak 1.222 ketua RT dan RW di Kota Magelang menerima honorarium 2026, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian.
Mahasiswa di Sleman jadi korban pengeroyokan OTK dini hari. Dua gigi patah, polisi masih selidiki pelaku dan motif kejadian.
Penderita hipertensi tetap boleh makan daging kurban saat Iduladha. Simak batas aman konsumsi, cara memasak, dan tips sehat dari dokter.
Harga bahan pokok di Sleman jelang Iduladha 2026 relatif stabil. Cabai merah keriting naik 19,58%, sementara telur dan ayam justru turun.