SE Guru Non-ASN Terbit, Guru Honorer Kini Lebih Tenang Mengajar
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Gibran Rakabuming Raka - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memiliki potensi untuk terpilih menjadi gubernur Jawa Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia. "Potensi Gibran untuk menjadi Jateng 1 sangatlah besar, sehingga sayang untuk dilewatkan atau dikorbankan demi menjadi wakil presiden atau Gubernur DKI," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam rilis survei Peta Politik Terkini Pilkada Jawa Tengah 2024 Pasca Ganjar Pranowo, Kamis (22/6/2023).
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa popularitas Gibran menempati posisi tertinggi dengan 77% responden mengetahui Gibran, dibandingkan dengan eks wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin sebesar 48,3% dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sekaligus eks Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi sebanyak 37,9%.
BACA JUGA: Ujian SIM Dipermasalahkan, Korlantas Akan Studi Banding ke Luar Negeri
Gibran juga menempati posisi tertinggi dalam tingkat kesukaan tokoh dengan persentase 71,6%. Hasil survei itu juga menunjukkan elektabilitas Gibran menjadi Gubernur Jawa Tengah menempati posisi tertinggi dalam berbagai simulasi, baik simulasi terbuka, simulasi tertutup, simulasi tertutup dengan skenario 11 tokoh, simulasi tertutup dengan skenario tiga tokoh, maupun simulasi tertutup dengan dua tokoh.
Oleh karena itu, menurut Adi Prayitno, sangat disayangkan apabila potensi Gibran untuk menjadi gubernur Jawa Tengah itu dilewatkan demi menjadi wakil presiden atau gubernur DKI Jakarta yang peluangnya tidak sebesar menjadi gubernur Jawa Tengah.
"Dari sisi elektabilitas, tidak bisa dibantah bahwa Gibran Rakabuming Raka sementara ini hampir mustahil untuk dikalahkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.