Efisiensi Anggaran, Bantul Genjot Pariwisata Berkelanjutan
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi
Penjurian Lomba Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2023 /Ist - Pemda DIY
JOGJA—Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Bermas) Setda DIY mengumumkan pemenang Lomba Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY 2023. Juara I lomba kelurahan diraih Kelurahan Gunungketur, Pakualaman, Kota Jogja, sementara lomba kalurahan juara I diraih Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul.
Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY Dr. Sukamto, S.H., M.H. mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas partisipasi dan dukungan semua pihak sehingga kegiatan lomba dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang telah direncanakan.
“Lomba Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2023 dilaksanakan untuk memperoleh kalurahan dan kelurahan dengan kinerja terbaik untuk dijadikan lokasi percontohan dalam upaya mengakselerasi pemerataan pembangunan, sekaligus untuk meningkatkan motivasi dalam pengembangan dan penerapan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan kalurahan dan kelurahan,” kata dia.
Lomba Kalurahan dan Kelurahan Tahun 2023 mengangkat tema ”Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dalam Mewujudkan Stabilitas Ekonomi dan Sosial Desa dan Kelurahan”. Lomba dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kapanewon/kemantren sampai tingkat regional.
Baca juga: Jogoboro dan Satpol PP Jogja Diminta Tertibkan Pengamen di Malioboro
Lomba Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2023 diikuti oleh 4 (empat) Kalurahan dan 3 (tiga) Kelurahan dari Kabupaten/Kota di DIY.
Untuk lomba kelurahan, Kelurahan Wates, Wates, Kulonprogo mengangkat inovasi Peningkatan Swadaya Masyarakat; Kelurahan Gunungketur, Pakualaman, Kota Jogja mengusung inovasi Pengembangan Wisata Edukasi; dan Kelurahan Bausasran, Danurejan, Kota Jogja dengan inovasi Pengelolaan Urban Farming.
Sementara untuk kalurahan, Kalurahan Timbulharjo, Sewon, Bantul mengangkat inovasi Pelestarian Budaya; Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo inovasi Pelestarian Lingkungan; Kalurahan Logandeng, Playen Gunungkidul inovasi Ketahanan Ekonomi dan Sosial; dan terakhir Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman dengan inovasinya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Sukamto mengatakan para peserta sudah mengikuti beberapa tahapan di antaranya penilaian administrasi (bobot 20%) pada 16 Mei 2023, penilaian klarifikasi lapangan (bobot 50%) 22-31 Mei 2023, dan penilaian paparan lurah (30%) pada 5-6 Juni 2023.
Untuk lomba kelurahan, juara I diraih Kelurahan Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta dengan total skor 97,57; juara II Kelurahan Bausasran, Danurejan, Kota Jogja dengan skor 92,33; dan juara III adalah Kelurahan Wates, Wates, Kulonprogo dengan total skor 83,08.
Sementara untuk lomba kalurahan, juara I diraih Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul dengan total skor 94,11; juara II Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman dengan total skor 93,55; juara III Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo dengan skor 88,47; dan juara IV Kalurahan Timbulharjo, Sewon, Kab. Bantul dengan total skor 85,54.
“Kami ucapkan selamat kepada para pemenang atas prestasi yang sudah diraih. Semoga prestasi tersebut menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas pembangunan kalurahan dan kelurahan,” lanjut Sukamto.(BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi
BI menyiapkan GPIPS untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga melalui penguatan produksi serta distribusi.
Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Banyumas ditargetkan dimulai Oktober 2026 dan mulai beroperasi pada tahun depan.
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.