Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Ilustrasi Pencak Silat/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, MADIUN—Ki Hadjar Hardjo Oetomo merupakan sosok yang mendirikan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Pria yang kerap disapa Hardjo Oetomo ini lahir di Madiun, Jawa Timur pada 1883.
BACA JUGA: Seluk Beluk PSHT
Dahulunya, Ki Hadjar Hardjo Oetomo dikenal juga sebagai pendekar sehingga dia mempunyai keinginan luhur untuk mengenalkan ilmunya kepada orang lain. Hal ini dengan tujuan untuk kebaikan dan keselamatan sesama.
Mengutip laman Ilmusetiahati.com, Psht.or.id, dan Shterate.co.id, pria yang juga sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan ini pernah mendirikan Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) dan akhirnya berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres pertama di Madiun, 25 Maret 1951.
Pada 1917, pendiri PSHT ini menambah ilmunya dan berguru kepada Ki Ngabehi Soerodiwiryo. Di masa-masa itu, Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama “Djojo Gendilo Cipto Mulyo”.
Pada masa penjajahan, SH PSC dibubarkan Belanda. Namun, Ki Hadjar Hardjo Oetomo secara diam-diam mendirikan SH Pemuda Sport Club dan menghilangkan kata pencak. Hal ini merupakan siasat untuk mengelabui penjajah.
Ternyata, ide Ki Hadjar Hardjo Oetomo ini membuahkan hasil. Kegiatan SH Pemuda Sport Club berjalan dengan lancar, tanpa ada yang curiga. Bahkan, dari sini, dia berhasil melahirkan murid-murid hebatnya, seperti Idris dari Dandang Jati Loceret Nganjuk, lalu Mujini, Jayapana dan masih banyak lagi yang tersebar sampai Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta.
Akhirnya, murid dari Ki Ageng Ngabei Soerodiwirdjo ini mendirikan PSHT pada 1922. Pada masa Ki Hajar Hardjo Oetomo ini, diperkirakan PSH ditambah dengan nama Terate dan menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate.
Berubahnya nama ini dengan harapan PSHT bisa dipelajari oleh semua golongan masyarakat. Sesuai maknanya, terdapat tiga bentuk bunga terate, yaitu kuncup, setengah mekar, dan mekar.
Namun, ternyata langkah perlawanan Ki Hadjar Hardjo Oetomo ini membuat dia harus masuk penjara Madiun pada 1925. Dia juga sempat dipindah ke penjara Cipinang, hingga Padang Panjang Sumatra.
Dia baru menghirup udara bebas sekitar 15 tahun setelah mendekam di penjara dan kembali ke kampung halamannya di Madiun. Namun, di kampugn halamannya di Desa Pilangbango, Madiun tersebut, sang pendiri PSHT ini meninggal dunia pada 1952.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Katedral Jakarta gelar 4 misa Kenaikan Yesus 2026, 2.300 umat hadir. Polisi amankan 860 gereja selama libur panjang.
Xi Jinping dan Donald Trump sepakat bangun hubungan baru China-AS, tapi isu Taiwan jadi ancaman serius konflik global.
Leo/Daniel melaju ke perempat final Thailand Open 2026 usai kalahkan wakil China. Siap hadapi tuan rumah dengan permainan agresif.
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.