Sulit Menikmati Uang Meski Sudah Mapan? Mungkin Ini Penyebabnya
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
Ilustrasi Yesus disalib. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Kenaikan Yesus Kristus pada 2026 kembali mengingatkan umat Kristiani bahwa kenaikan Tuhan ke surga bukanlah momen perpisahan yang menyedihkan. Peristiwa yang diperingati 40 hari setelah Paskah itu justru dipahami sebagai tanda penyertaan Kristus yang hadir tanpa dibatasi ruang dan waktu melalui Roh Kudus.
Bagi banyak jemaat, makna Kenaikan Yesus tidak hanya berkaitan dengan peristiwa iman di masa lalu, tetapi juga menjadi penguatan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Di tengah tekanan sosial, ekonomi, hingga tantangan dunia digital, perayaan ini dipandang relevan untuk mengingatkan umat bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Dalam ajaran Kristiani, kenaikan Yesus dipahami sebagai perubahan cara kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya. Sebelum naik ke surga, Yesus hadir secara fisik bersama para murid. Setelah kenaikan-Nya, Roh Kudus dicurahkan sehingga umat percaya meyakini Kristus tetap hadir dalam doa, ibadah, maupun pergumulan hidup sehari-hari.
Makna tersebut menjadi penghiburan bagi banyak orang yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Kehadiran Tuhan diyakini tidak dibatasi tempat sehingga umat dapat tetap merasakan kedekatan spiritual kapan pun dan di mana pun.
Selain menjadi simbol penyertaan, Kenaikan Yesus juga berkaitan dengan Amanat Agung yang diberikan kepada para murid. Pesan untuk memberitakan kasih dan membawa kebaikan kepada sesama dipandang tetap relevan hingga sekarang, termasuk dalam kehidupan masyarakat modern pada 2026.
Panggilan tersebut tidak selalu diwujudkan melalui pelayanan besar di gereja. Banyak jemaat memaknainya lewat tindakan sederhana seperti membantu sesama, menjaga perkataan, membangun persaudaraan, hingga menghadirkan sikap saling menghormati di lingkungan kerja maupun sekolah.
Kenaikan Tuhan juga dipahami sebagai sumber pengharapan bagi umat Kristiani. Dalam ajaran gereja, Yesus disebut pergi untuk menyediakan tempat bagi orang percaya. Karena itu, perayaan Kenaikan Tuhan tidak dipandang sebagai akhir, melainkan pengingat tentang harapan kehidupan kekal dan janji kedatangan Kristus kembali.
Pengharapan tersebut dinilai penting di tengah situasi kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian. Banyak umat menjadikan momen Kenaikan Yesus sebagai waktu refleksi untuk memperkuat iman sekaligus menjaga optimisme dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Perayaan Kenaikan Tuhan tahun ini juga menjadi ajakan bagi umat Kristiani untuk mempererat kepedulian sosial dan persaudaraan. Di tengah kondisi masyarakat yang mudah terpecah karena perbedaan pandangan maupun arus informasi digital, nilai kasih dan persatuan kembali ditekankan sebagai bagian penting dari kehidupan iman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Cristiano Ronaldo mengisyaratkan musim 2026-27 bisa menjadi tahun terakhirnya sebagai pesepak bola profesional setelah karier lebih dari 20 tahun.
PLN menyiagakan 45.000 personel di 2.275 titik untuk menjaga keandalan listrik HUT RI ke-81 dengan cadangan daya 9 GW.