Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Sebanyak enam potongan tubuh manusia ditemukan di Solo dan Sukoharjo sejak Minggu (21/5/2023) hingga Senin (22/5/2023). Potongan tubuh kali pertama ditemukan di Sukoharjo yakni tangan kiri di Cemani, Kecamatan Grogol. Disusul potongan kaki kiri di Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, lalu potongan badan di Cemani.
Temuan potongan tubuh tersebut disusul kemudian dengan temuan kepala orang di dekat pintu air Joyontakan, Solo, pada Minggu sore. Kemudian pada Senin pagi ditemukan potongan lengan kanan disusul alat vital hingga paha pada Senin sore di wilayah Solo.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit mengatakan autopsi telah dilaksanakan selama dua jam di RSUD Dr Moewardi Solo, Senin. Secara umum, menurutnya, hasil autopsi yang ditemukan di Sukoharjo yang digabungkan dengan potongan tubuh lain yang ditemukan di Solo identik dengan satu tubuh yang sama.
Kapolres mengungkapkan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polda Jateng dan Polresta Solo untuk sama-sama bekerja membantu agar tubuh korban ditemukan lengkap lantaran potongan kaki kanan hingga betis belum ditemukan. Dalam hasil autopsi tersebut ditemukan tato pada bagian punggung kanan dan lengan.
BACA JUGA: Polisi Temukan 62 Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Sleman
“Dari dokter mengungkap itu korban mutilasi. Hasil autopsi secara detail masih proses karena tes DNA dan lainnya memerlukan waktu. Sudah ada beberapa laporan kehilangan sanak saudara yang masuk, laki-laki juga, tapi belum cocok dengan korban. Ada lima laporan yang masuk dari Sukoharjo,” ujar Sigit.
Ke depan, Polres Sukoharjo bersama Polda Jateng dan Polresta Solo akan mengadakan analisis dan evaluasi hasil serta berbagi informasi terbaru setiap dua jam sekali. Personel kepolisian akan disebar ke berbagai wilayah. “Mudah-mudahan dari 1.000 informasi terkumpul ada satu informasi mutiara yang bisa mengungkap kasus ini agar cepat selesai,” terang Sigit.
Saat ini TNI-Polri dibantu masyarakat Sukoharjo dan Soloraya terus melakukan penyisiran hingga waktu yang belum ditentukan. Di Sukoharjo penyisiran dilakukan di sepanjang Bengawan Solo menggunakan speed boat dan perahu. Polisi terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada yang kehilangan sanak saudara atau kerabat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.