Raperda Cagar Budaya Sleman Bakal Perkuat Peran Warga
DPRD Sleman mendorong penguatan peran masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan cagar budaya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan ziarah. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menganggap Sunan Gresik sebagai tauladan utama dalam hal menjalin hubungan antara ulama dan umara. Keharmonisan hubungan dua pemuka tersebut, bagi Ganjar jadi syarat mutlak untuk memakmurkan masyarakat.
Makam Sunan Gresik jadi lokasi kedua dalam rangkaian nyadran Ganjar dan istri setelah Sunan Ampel. Waliyullah yang bernama Maulana Malik Ibrahim tersebut merupakan tokoh permulaan Walisongo. Lahir di Samarkand, Malik Ibrahim diajak ayahandanya untuk dakwah di Tanah Jawa dan akhirnya diterima dengan baik oleh pemimpin Majapahit, penguasa Jawa waktu itu. Diterimanya Malik Ibrahim di lingkaran kerajaan, tidak terlepas dari keramahan dakwahnya dan dicintai masyarakat yang sebagian besar belum memeluk Islam.
Sebagaimana dikisahkan dalam banyak literatur, Malik Ibrahim mengawali dakwah dengan cara membuka pergaulan seluas-luasnya di kawasan pesisir Gresik. Begitu mendapat banyak kepercayaan dari masyarakat setempat, Malik Ibrahim banyak melakukan dakwah lewat jalur perdagangan. Dari situlah dia akhirnya juga diterima pihak kerajaan.
"Cara dakwah beliau selalu menginspirasi sampai saat ini bagaimana beliau berdakwah dengan baik, dengan ramah dan akhirnya bisa menjalin hubungan baik dengan penguasa waktu itu," kata Ganjar, Sabtu (18/3/2023).
Apa yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim tersebut, lanjut Ganjar masih terasa melalui dakwah para ulama Tanah Air saat ini. Bahkan, relasi ulama dan umara, seperti yang dicontohkan Malik Ibrahim dalam membangun masyarakat masih diterapkan hingga kini.
"Kami bisa melihat bagaimana Habib Luthfi bin Yahya. Selain berhubungan dengan umara, beliau juga sangat konsen ketika masyarakat menghendaki beliau dalam setiap persoalan dan tidak melulu persoalan ibadah keagamaan," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, cara seperti itulah yang membuat Indonesia semakin baik. Apalagi, ditambah dengan proses penularan yang turun temurun.
"Kami bisa melihat kok, minimal di sini, bagaimana makam para wali juga dipenuhi dengan anak-anak. Dari situ anak-anak bisa belajar sejarah bagaimana negara ini dibangun dan dijaga. Semoga mereka meniru cara-cara dakwah yang baik yang dilakukan para pendahulu," kata Ganjar.
Setelah satu jam tahlil dan berdoa di makam Sunan Gresik, Ganjar langsung melanjutkan perjalanan ke makam Sunan Giri yang juga berada di wilayah Gresik. Sebelumnya, Ganjar juga berziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya.
Ziarah yang dilakukan Ganjar itu merupakan rangkaian nyadran ke makam Walisongo yang dia lakoni bersama istrinya, Siti Atikoh. Menutup seluruh rangkaian nyadran itu, Ganjar dan istri akan ziarah di makam kedua orangtuanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendorong penguatan peran masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan cagar budaya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.