Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Tokoh katolik dan budayawan Indonesia, Franz Magnis Suseno/Monalisa
Harianjogja.com, JAKARTA— Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara Franz Magnis Suseno alias Romo Magnis menyayangkan minimnya gagasan dari para bakal calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) potensial saat ini.
Romo Magnis merasa, pembicaraan terkait capres dan cawapres hanya seputar pencalonan dan dukungan partai politik saja. Padahal, dia merasa seharusnya pembicaraan harus mulai terkait gagasan.
"Kalau Anda dipilih menjadi presiden serta wakil presiden, begitu pula kalau Anda dipilih untuk mewakili kami, tindakan apa yang akan Anda ambil? Manakah kebijakan Anda untuk memajukan bangsa?" jelas Romo Magnis dalam Seminar Nasional: Menyongsong Kontestasi Demokrasi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2023).
Dia memberikan berbagai contoh, dalam permasalahan ekonomi misalnya yang mana masih ada sekitar 10 persen masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Lalu, ada masalah kedaulatan pangan, ide apa yang dipunyai capres-cawapres di Pilpres 2024.
Selain itu, terkait tantangan Indonesia di bidang pertahanan, apa kebijakan yang akan diusahakan. Lalu, masih ada insiden-insiden intoleransi yang masih terjadi antara umat beragama.
BACA JUGA: Tol Jogja Bawen Terdiri dari Enam Seksi dan Dibangun Simultan
"Apa yang akan Anda tuntut untuk membuat nyata damai dan toleransi di antara ratusan komunitas religius etnik dan budaya yang berbeda? Apa sikap Anda terhadap kebebasan beragama?" lanjut Romo Magnis.
Di bidang pendidikan, bidang apa yang akan diutamakan dan bidang apa yang masih lemah. "Di mana anda melihat kekurangan apa yang mau anda prioritaskan?" ujar ahli filsafat itu.
Lebih lanjut, Romo Magnis menilai setidaknya saat ini ada tiga ancaman utama yang mengancam kedaulatan Indonesia secara internal yaitu terkait ketimpangan ekonomi, intoleransi, dan korupsi.
Dia pun meminta berbagai tantangan itu harus atasi oleh para politisi ke depannya. "Kita wajib bertanya bagaimana para calon pemimpin nasional regional dan wakil rakyat mau menyikapinya," jelas Romo Magnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.