30.000 Tentara Bayaran Wagner Jadi Korban Perang Rusia Vs Ukraina, 9.000 Tewas

Nancy Junita
Nancy Junita Sabtu, 18 Februari 2023 15:47 WIB
30.000 Tentara Bayaran Wagner Jadi Korban Perang Rusia Vs Ukraina, 9.000 Tewas

\r\nPendiri kelompok tentara bayaran Wagner Rusia Yevgeny Prigozhin terlihat di dalam kokpit pesawat pembom militer Su-24 di atas lokasi yang tidak diketahui, selama konflik Rusia-Ukraina. Gambar diambil dari rekaman selebaran yang dirilis 6 Februari 2023./Reuters\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS) mengklaim lebih 30.000 tentara bayaran Rusia Wagner Group jadi korban sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Dari jumlah itu, 9.000 di antaranya tewas dalam peperangan.

Melansir Reuters, Sabtu (18/2/2023), pihak AS memperkirakan bahwa 90 persen tentara kelompok Wagner yang tewas di Ukraina sejak Desember2022 adalah narapidana, kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih (NSC) John Kirby kepada wartawan, Jumat (17/2/2023).

BACA JUGA : Rusia Ngamuk! 2 Kota Besar Ukraina Porak-poranda

Setengah dari kematian terjadi sejak pertengahan Desember, ketika pertempuran di Kota Bakhmut, Ukraina timur meningkat, kata seorang juru bicara NSC mengutip data intelijen.

"Mungkin saja mereka akhirnya berhasil di Bakhmut, tetapi itu tidak akan berarti bagi mereka karena itu tidak memiliki nilai strategis yang nyata," katanya, seraya menambahkan bahwa pasukan Ukraina akan mempertahankan garis pertahanan yang kuat di seluruh wilayah Donbas.

Kirby menegaskan, bahwa Wagner sangat bergantung pada narapidana, yang dikirim ke medan perang tanpa pelatihan atau peralatan, meskipun ada komentar baru-baru ini dari pendiri Wagner Yevgeny Prigozhin bahwa dia telah berhenti merekrut tahanan untuk berperang di Ukraina.

BACA JUGA : Lawan Rusia, Ukraina Sukses Merebut Kembali Wilayahnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online