Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Seorang warga Kalikotes, Klaten, Irawan (kedua dari kanan), menyampaikan permohonan maaf karena menyebar informasi tidak benar mengenai penculikan anak, Selasa (31/1/2023)./Instagram @polres_klaten
Harianjogja.com, KLATEN—Seorang pria di Klaten menyebarkan hoaks mengenai penculikan anak dan akhirnya minta maaf.
Penyebar hoaks adalah warga Kecamatan Kalikotes bernama Irawan. Dia mengunggah foto dengan caption tentang infomasi penculikan anak di status Whatsapp (WA), Senin (30/1/2023).
“Bu ibu hati terhadap buah hati kita. Baru saja di SD kalikotes kulon hampir terjadi penculikan, untung anaknya bisa melarikan diri sebelum dimasukkan mobil sama penculiknya. Berarti daerah kita sdh tidak aman,” tulis caption postingan hoaks pada foto selfie.
Akun Instagram @polres_klaten kemudian menggunggah tangkapan layar status Whatsapp yang menyebut soal penculikan anak di Klaten tersebut pada Selasa (31/1/2023) dan memberikan label “NGAWUR”. Kapolsek Kalikotes, Iptu Widodo, mengatakan awalnya ada seorang anak SD yang pulang sekolah.
Anak itu pulang dari sekolah melewati daerah mbulak area persawahan. Dia kemudian bertemu pemuda yang sedang nongkrong dan memarkirkan mobilnya di dekat persimpangan.
BACA JUGA: 3 Siswa SD di Sleman Diduga Hendak Diculik, Dinas Pendidikan Keluarkan Peringatan
Anak itu kemudian dipanggil pemuda tersebut dan ditawari permen. Namun, anak SD itu tidak mau. Dia kemudian melanjutkan perjalanan pulang. “Setelah itu [si anak] memberi tahu ibunya. Kemudian kabar itu meluas menyebut pemuda itu mau menculik, ada bujuk rayu dan paksaan. Tetapi dalam kejadian anak itu tidak ada [paksaan],” kata Widodo, Selasa (31/1/2023).
Setelah mendengar rumor penculikan anak di Kalikotes, Klaten, tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat melakukan upaya konfirmasi. Saat konfirmasi itu lah, si penyebar hoaks berfoto selfie dan disebar di medsos dengan keterangan bahwa hampir saja terjadi penculikan.
“Dia [penyebar hoaks] mengunggah itu di status [WA] kemarin [Senin, 30 Januari 2023]. Sementara kejadian si anak itu pada Sabtu [28/1/2023],” ujar Widodo.
BACA JUGA: Dua Hari, Dua Hoaks Penculikan Anak Beredar di Gunungkidul dan Nyaris Makan Korban
Kapolsek menjelaskan pria yang mengunggah informasi itu kemudian dipanggil ke Polsek Kalikotes untuk memberikan klarifikasi terkait unggahannya. Pria itu mengakui unggahannya tidak benar dan sudah menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf.
Kapolsek mengatakan hingga kini kondisi di wilayah Kecamatan Kalikotes kondusif. Selama hampir setahun bertugas di Kalikotes, Iptu Widodo memastikan tidak pernah ada laporan terkait kejadian penculikan anak. Kapolsek mengimbau warga agar berhati-hati ketika mengunggah atau pun berkomentar di media sosial.
“Jangan mudah membuat konten yang provokatif. Lebih baik ditahan dulu dan dicari tahu kebenarannya sebelum menyebarkan informasi di media sosial,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Indonesia membuka pendaftaran film nasional untuk Academy Awards ke-99. Simak syarat dan batas waktu pendaftarannya.
Kebakaran menghanguskan 12 rumah dinas di Aspol Panularan Solo. Sebanyak 10 keluarga terdampak, sementara penyebab pasti masih diselidiki polisi.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Dokter mengingatkan obesitas pada perempuan merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko gangguan reproduksi, kehamilan, dan penyakit jantung.
Bandara Soekarno-Hatta siap melayani operasional perdana Airbus A380 Emirates pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung laga Chelsea vs AC Milan.