Ada Keributan di Keraton Solo, Sejumlah Orang Terluka

JIBI
JIBI Sabtu, 24 Desember 2022 08:27 WIB
Ada Keributan di Keraton Solo, Sejumlah Orang Terluka

Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo. /Dok Solopos

Harianjogja.com, SOLO—Keributan terjadi di Keraton Solo pada Jumat (23/12/2022) malam. Pemicunya diduga dari kedatangan puluhan orang yang memaksa menutup pintu Kori Kamandungan.

BACA JUGA: Keraton Solo Memanas Lagi

Beberapa orang dikabarkan mengalami luka, salah satunya putri Paku Buwono (PB) XIII GRAy Devi Lelyana Dewi yang mengalami memar di tangannya. Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat Keraton (LDA) Solo, KP Eddy Wirabhumi, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Eddy mengatakan setelah kejadian pencurian pada Sabtu (17/12/2022) lalu, semua pihak di Keraton Solo sudah sepakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan Keraton. Pintu juga dibuka.

Namun, pada Jumat malam, Eddy mengatakan mendadak ada 50-an orang yang datang dan membikin keributan dengan memaksa untuk menutup pintu Kori Kamandungan, termasuk pintu yang menjadi akses menuju Keputren Keraton Solo. Eddy tidak menyebut secara jelas identitas 50-an orang tersebut.

Dia hanya menyebut pihak sana. “Mereka bawa 50 orang lebih memaksa menutup pintu. Saat itu ada BRM Yudistira, cucu PB XI dan satu orang lagi, cucu PB XI juga, yang memberi perlawanan hingga Yudis mengalami luka akibat dipukul,” jelas Eddy kepada Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Jumat malam.

Eddy mengatakan GRAy Devi Lelyana Dewi yang sedang berada di Keputren juga mengalami luka memar di tangan. Melihat hal itu, Eddy melanjutkan abdi dalem maupun kerabat yang berada di lokasi terpancing emosi.

“Gantian, pintu yang tadinya ditutup sama puluhan orang itu dibuka semua, termasuk akses ke Keputren,” ujarnya.

Pantauan Solopos.com-jaringan Harianjogja.com di Keraton Solo, pada Jumat malam itu juga dilakukan mediasi antara pihak-pihak terkait dengan difasilitasi oleh Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi.

Kepada wartawan seusai pertemuan, Iwan membenarkan sempat terjadi keributan di Keraton. “Kami ke sini tadi menindaklanjuti informasi bahwa di dalam tadi abdi dalem terjadi ramai-ramai. Tapi siapa yang berselisih dengan siapa, masih kami selidiki lebih lanjut,” ujarnya.

Kapolresta menambahkan maksud utama kedatangannya ke Keraton Solo adalah untuk memastikan situasi di Keraton aman dan baik-baik saja. Sementara itu, hingga berita ini diunggah belum ada pernyataan dari PB XIII maupun perwakilannya mengenai kejadian tersebut.

Putra Mahkota Keraton Solo KGPH Purboyo, saat diwawancarai wartawan, Jumat malam, hanya meminta dukungan dan doa masyarakat Solo agar permasalahan yang terjadi beberapa waktu terakhir di Keraton segera terselesaikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online