Utang RI Mendekati Rp8.000 Triliun, Ini Penjelasan BI
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kedua kanan) bersama calon presiden yang diusung Nasdem pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 Anies Baswedan (kiri) saat Deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai NasDem resmi mengusung Anies Baswedan maju jadi capres untuk Pemilu 2024./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku masih menunggu dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bakal calon presiden (capres) usungan partainya, Anies Baswedan.
Surya mengatakan sudah mengetahui pernyataan Jokowi yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Dia pun akan menanti pernyataan serupa ke capres lainnya, termasuk Anies.
“Kali ini memberikan motivasi kepada Prabowo, bisa saja besok bukan Prabowo, tapi Airlangga. Mungkin lalu Erick atau Ganjar. Nah kita tunggu kapan dikasih ke Bung Anies,” ujar Surya kepada awak media di Jakarta Convention Center, Jumat (11/11/2022).
Meski begitu, dia mengaku tak merasa iri hati dengan pernyataan Jokowi tersebut. Bahkan, Surya mengajak pihak yang merasa iri untuk melupakan pemikiran seperti itu.
BACA JUGA: Pabrik Sabu di Apartemen Casa Grande Digerebek Polisi, Bongkar Jaringan Narkoba Internasional
"Itu pelajaran budi pekerti. Jangan cepat-cepat iri hati. Jadi kalau yang belum dapat pelajaran, saya juga mengajak, sudahlah, buang pikiran iri hati itu," ucap Surya.
Dia berpendapat tak ada pernyataan Jokowi yang mendukung capres tertentu. Menurutnya, pernyataan seperti itu hanya sekadar sebuah motivasi.
Surya bahkan mengatakan langkah Jokowi tersebut merupakan sebuah diplomasi tingkat tinggi. Apalagi, lanjutnya, seorang presiden bukan hanya sebagai kepala pemerintahan, melainkan juga kepala negara.
Dia menilai Jokowi menunjukkan sikap negarawan. Apalagi, Surya mencatat, di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak politisi. Di sisi lain, sangat sedikit dari mereka yang menunjukkan sikap negarawan.
“Indonesia hari ini, sebagai pengamatan saya sebagai ketua umum Partai NasDem, inflasi politisi, tapi defisit negarawan. Itu yang perlu kalian tahu,” ucapnya.
Sebagai informasi, saat menyampaikan sambutan di HUT Perindo, Jokowi berkelakar bahwa pada 2024 merupakan tahun kemenangan Prabowo jika maju lagi sebagai capres.
"Saya ini dua kali menjadi Wali Kota Solo menang, kemudian ditarik di Jakarta sekali menang. Selanjutnya, dua kali di Pemilu Presiden, menang. Mohon maaf Pak Prabowo, kelihatannya setelah ini [Pilpres 2024] jatah Pak Prabowo," ujar Jokowi disambut teriakan penonton di iNews Tower, Senin (7/11/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
KPK memantau usulan pembentukan badan khusus pengelola aset rampasan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset dan meminta efektivitasnya dikaji.
Ajax resmi meminjam Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona hingga akhir musim 2026/2027 untuk memperkuat lini penjaga gawang.
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
Kemendagri mengkaji penggunaan Dana Alokasi Umum untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan fiskal membayar gaji PPPK.
Pemerintahan Donald Trump mengusulkan penutupan Konsulat Jenderal AS di Medan sebagai bagian dari efisiensi jaringan diplomatik global.