China Catat 180 Miliar Paket E-Commerce, 8x Asia Tenggara
China kirim 180 miliar paket e-commerce, delapan kali lipat Asia Tenggara. Efisiensi logistik jadi kunci dominasi global.
Asap mengepul dari lokasi kebakaran selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022)./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kanselir Jerman Olaf Scholz meminta China untuk menggunakan pengaruhnya terhadap Rusia untuk menghentikan perang di Ukraina.
BACA JUGA : Rusia Tunjuk Komandan Perang Baru di Ukraina
Scholz melakukan kunjungan singkat ke negeri Tirai Bambu tersebut dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Beijing.
“Saya memberi tahu Presiden bahwa penting bagi China untuk menggunakan pengaruhnya di Rusia. Dan Rusia harus segera menghentikan serangan yang diderita penduduk sipil setiap hari dan menarik diri dari Ukraina,” kata Scholz.
Melansir laman BBC, Sabtu (5/11/2022), Scholz mengatakan komunitas global harus mendukung upaya untuk mengakhiri krisis secara damai dan menentang penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir.
Kunjungan Scholz ke China berlangsung singkat, hanya 11 jam, dan kontroversial.
Dia merupakan pemimpin Barat pertama yang melakukan perjalanan ke Beijing sejak pandemi global dan yang pertama bertemu Presiden Xi sejak dia mempererat cengkeramannya pada kekuasaan di Kongres Nasional Partai Komunis bulan lalu.
Pertemuan tersebut disebut membuat pemerintahan Scholz khawatir, di mana kehadirannya akan meningkatkan reputasi domestik Xi yang semakin otoriter.
Namun kanselir Jerman, seperti pendahulunya Angela Merkel, berpendapat bahwa masalah global hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama dengan China.
Pertemuan tatap muka, katanya, memfasilitasi diskusi, bahkan tentang isu-isu yang sangat tidak disetujui oleh kedua negara.
Ada pengakuan bersama bahwa pada masa-masa sulit, Presiden Xi menyatakan keinginannya untuk bekerja sama.
Keduanya sepakat untuk terus berbicara tentang perang di Ukraina, ketahanan pangan dan energi global, perubahan iklim dan pandemi global.
Scholz mengulangi posisi Jerman di Taiwan. Setiap perubahan status quo harus damai dan dengan kesepakatan bersama, serta mengedepankan hak asasi manusia.
Mereka harus dilindungi, terutama yang berkaitan dengan minoritas di Xinjiang.
Scholz menjanjikan kebijakan luar negeri yang mengedepankan nilai-nilai dan perubahan dalam pendekatan Jerman terhadap China.
“Jika China berubah maka pendekatan kami terhadap China harus berubah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
China kirim 180 miliar paket e-commerce, delapan kali lipat Asia Tenggara. Efisiensi logistik jadi kunci dominasi global.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.