Bea Keluar Emas Nyaris Nol, Purbaya Ungkap Modus Eksportir
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com,JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengaku pihaknya setuju dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan seorang menteri tetap menjabat meski maju sebagai calon presiden (capres) atau wakil presiden (cawapres).
BACA JUGA : PAN Jogja Usulkan Haedar Nasir Jadi Capres
Meski begitu, PAN mempunyai tiga catatan atas keputusan tersebut. Pertama, menteri tersebut harus mengambil cuti dari jabatannya, dan tak menerima tanggungan.
“Menteri cuti di luar tanggungan biaya oleh negara,” ujar Yoga saat ditemui awak media di Sports Center DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (2/11/2022).
Kedua, lanjutnya, menteri tersebut tak boleh menyalahgunakan kekuasaannya.
Dalam konteks ini, dia tak boleh menggunakan fasilitas negara atau lembaga kementerian untuk meningkatkan elektabilitas pribadi atau partainya.
"Apabila ada abuse of power, maka harus ditindak, ada sanksi yang jelas. Kan di Undang-undang Pemilu ada,” jelas Yoga.
Ketiga, jika dalam perjalanannya menteri tersebut tak menunjukkan performa maksimal karean sibuk kampanye maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menggantinya.
“Dalam rangka untuk meningkatkan kinerja pemerintah,” tegasnya.
Sebagai informasi, PAN sudah terangan-terangan ingin ketua umumnya yang juga menteri perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), maju di ajang Pilpres 2024. Selain Zulhas, beberapa menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi memang digadang-gadang akan maju sebagai capres-cawapres.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah dideklarasikan sebagai capres usungan Gerindra. Begitu juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diusung sebagai capres usungan Golkar.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiago Uno dan Menteri BUMN Erick Thohir juga kerap masuk bursa cawapres untuk Pilpres 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.