Komisi III DPR Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Ilustrasi./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sudaryono mendukung penuh langkah pemerintah yang akan menguasai pengadaan, pengelolaan dan penyaluran 11 bahan pangan pokok (bapok) demi mengantisipasi krisis pangan, lonjakan harga dan masalah lainnya.
"Karena ini merupakan aspirasi yang selalu kami sampaikan ke pemerintah. Akhirnya sekarang aspirasi itu diwujudkan Presiden Jokowi," kata Sudaryono lewat keterangannya di Jakarta, Jumat (28/10/2022).
Menurut Sudaryono, langkah yang dilakukan Presiden Jokowi dalam rangka mengantisipasi krisis pangan ini sangat tepat. Sebab dengan langkah ini diyakini masalah yang berkaitan dengan pangan akan teratasi. "Misalnya soal stok pangan akan tercatat dan tersedia dengan baik. Jika stok tersedia dengan baik, maka kita akan melewati krisis dengan mulus," katanya.
Dengan stok pangan yang baik, kata Sudaryono, tentunya akan berpengaruh terhadap kestabilan harga di pasar pada momen tertentu, seperti hari raya keagamaan. "Dengan harga yang stabil tentu masyarakat akan senang, kemudian pedagang pasar juga senang. Pada akhirnya roda perekonomian berputar dengan baik," katanya.
BACA JUGA: Kuak Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Semarang, Komnas HAM Turun Tangan
Untuk itu, APPSI, kata dia, sangat mengapresiasi langkah Presiden Jokowi ini yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No.125/2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
Dalam beleid yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Oktober 2022 tersebut, 11 bahan pangan yang dimaksud adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas, telur unggas, daging Ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan.
Penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah atas 11 bahan pokok tersebut akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dilakukan terhadap beras, jagung dan kedelai.
Selain jenis pangan pokok tertentu sebagaimana dimaksud, Presiden dapat menetapkan jenis pangan pokok tertentu lainnya sebagai cadangan pangan pemerintah. Mengenai jumlah cadangan pangan pemerintah yang akan dilakukan, hal itu akan ditetapkan kepala badan yang bertanggung jawab berdasar hasil rapat koordinasi menteri dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan beberapa faktor.
Pertama yakni produksi pangan pokok tertentu secara nasional. Kemudian, penanggulangan keadaan darurat dan kerawanan pangan, pengendalian dan stabilisasi harga dan pasokan pangan pokok tertentu pada tingkat produsen dan konsumen, pelaksanaan perjanjian internasional dan bantuan pangan kerja sama internasional, dan angka kecukupan gizi yang dianjurkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.