Utang RI Mendekati Rp8.000 Triliun, Ini Penjelasan BI
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Ini Alasan PDIP Beri Sanksi Lebih Berat ke FX Rudyatmo Dibandingkan Ganjar. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kota Solo FX Hadi Rudyatmo tiba di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (26/10/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun membeberkan alasan partai memberikan sanksi lebih ringan kepada Ganjar Pranowo dibandingkan dengan FX Hadi Rudyatmo.
Komarudin menjelaskan, PDIP hanya menjatuhi sanksi lisan kepada Ganjar karena Gubernur Jawa Tengah tersebut tak melanggar aturan partai. Ganjar, lanjutnya, tidak mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (capres). Menurutnya, Ganjar hanya menjawab pertanyaan wartawan.
“Pak Ganjar itu tidak mendeklarasikan diri sebagai calon [presiden]. Itu ada rentetan pertanyaan dari wartawan, dia hanya menjawab. Memang partai itu mempersiapkan kader bangsa untuk siap dicalonkan ke tingkatkan mana saja,” jelas Komarudin kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Rabu (27/10/2022).
Sekadar informasi, Ganjar menyatakan siap maju menjadi capres saat melakukan wawancara dengan stasiun TV swasta. Dia mengatakan akan selalu siap bekerja untuk bangsa.
Baca juga: DIY Bakal Peroleh Alokasi Penawar Gagal Ginjal Akut dari Jepang dan AS, Kapan?
“Untuk bangsa dan negara ini apa sih yang kita tidak siap?” ungkap Ganjar seperti yang disiarkan dalam kanal YouTube BeritaSatu, Selasa (18/10/2022) malam.
Meski begitu, Komarudin mengatakan PDIP tetap menjatuhkan sanksi lisan kepada Ganjar karena pernyataanya tersebut telah menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda di masyarakat.
Apalagi, lanjutnya, Ganjar merupakan kader senoir di PDIP. Oleh sebab itu, Ganjar seharusnya lebih berhat-hati memberikan pernyataan.
Sementara itu, untuk FX Rudy, Komarudin mengatakan Ketua DPC PDIP Solo tersebut dikenai sanksi berat dan terakhir. Alasannya, Rudy sudah mengungkapkan nama capres tertentu.
Komarudin berpendapat, pernyataan tersebut melanggar keputusan kongres partai yang memberikan mandat kepada ketua umum mereka, Megawati Soekarnoputri, yang dapat menyampaikan terkait capres usungan PDIP.
“Pak Rudy karena mengungkapkan calon tertentu, itu yang dilarang oleh keputusan kongres. Itu hanya bisa disampaikan Ibu Mega, tentu pada waktunya,” ungkap Komarudin.
Sebelumnya, Rudy telah menyatakan dukungan kepada Ganjar untuk maju sebagai capres. Meski begitu, dia juga mengatakan akan patuh dengan keputusan Megawati terkait capres.
"Aku dukung [Ganjar Pranowo jadi capres]. Kader mendukung kader kan sah, tapi semua manut Ketua Umum [Megawati Soekarnoputri]. Kalau saya mendukung satu juta persen," kata Rudy kepada awak media di sela-sela pelaksanaan Psikotes DPP PDIP untuk Penjaringan bakal caleg PDIP di Kota Solo, Selasa (18/10/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.
Lady Gaga meminta maaf kepada Golloria atas kontroversi bronzer Haus Labs. Sun Dipped Bronzing Veil kini akan hadir dengan 11 shade.
Gaji PPPK daerah mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. DPRD Bantul menyiapkan penyesuaian APBD dan efisiensi belanja.