Bea Keluar Emas Nyaris Nol, Purbaya Ungkap Modus Eksportir
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan tertutup di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan pihaknya tak pernah mematok pasangan calon presiden (capres) ataupun wakil presiden (cawapres) untuk membentuk koalisi.
Herzaky sadar banyak beredar kabar bahwa Demokrat mematok ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Meski begitu, dia menegaskan Demokrat tetap terbuka dengan opsi pasangan capres-cawapres lain.
“Tidak ada yang namanya Demokrat harus A atau B. Kita bicara kriteria, ayo duduk bareng kita tes mana yang terbaik. Apakah Mas AHY-Anies, Anies-AHY, atau opsi lain, yaudah ayuk. Kita buka saja. Kalau kami terbuka dengan semua opsi,” ungkap Herzaky kepada awak media di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (29/9/2022).
Dia menjelaskan, Demokrat ingin agar capres dan cawapres yang diusung pada 2024 nantinya harus membawa semangat perubahan dan perbaikan. Oleh sebab itu, Demokrat tak ingin mengusung tokoh yang dekat dengan kekuasaan saat ini.
Selain itu, basis pendukung antara capres dan cawapres harus berbeda serta saling melengkapi. Menurut Herzaky, Demokrat ingin mengusung capres-cawapres berdasarkan kriteria dan keinginan masyarakat.
“Pada saat ada satu segmen yang kuat, katakanlah, religius, mungkin harus lebih kuat di segmen nasionalis. Ini kan [capres-cawapres] harus saling melengkapi, yang pasti kami ingin dalam pemilihan capres-cawapres tidak ada pengkotak-kotakan berdasarkan identitas. Capres-cawapres nanti adalah lebih kepada sosok tadi, bicara mengenai karakter, bicara mengenai kriteria, bicara mengenai kompetensi,” jelasnya.
BACA JUGA: Siap-Siap! PLN Sebut Biaya Penyambungan Listrik Makin Mahal
Dikataka, Demokrat tak masalah jika AHY hanya menjadi cawapres di ajang Pilpres 2024. Bagi Demokrat, lanjutnya, yang terutama adalah kesepakatan antara anggota koalisi yang akan terbentuk nantinya.
“Yang penting kriteria kita masuk sama-sama, kesepakatan. Pokoknya satu paket. Kalau sepakat anggota koalisi ini kita jalani,” ujar Herzaky.
Sebagai informasi, saat ini Demokrat sedang dekat dengan dua partai politik, yaitu NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). NasDem dan PKS sendiri sudah terang-terangan menyatakan Anies capres potensial mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.