Peti Mati Ratu Elizabeth II Sudah Tiba di Edinburg
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Ketua DPR RI Puan Maharani. (ANTARA/HO)
Harianjogja.com, JAKARTA - Komunikasi politik antara PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Golkar sebagai dua partai politik pemilik kursi terbanyak di parlemen sangat ditunggu publik karena partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu merupakan satu-satunya parpol yang bisa mengusung calon presiden tanpa koalisi.
Komunikasi politik itu akan berlangsung ketika Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam waktu dekat ini.
Sebelumnya, pertemuan kedua elite itu dijadwalkan pada bulan lalu, namun tertunda.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pertemuan tersebut adalah sebagai upaya penjajakan yang dibangun PDIP terhadap Golkar.
Menurutnya, upaya itu membuka kemungkinan untuk kedua partai besar itu bekerja sama dalam Pilpres 2024 kalau belum mau disebut berkoalisi.
"Semuanya dalam proses penjajakan. Sebelum janur kuning melengkung, sebelum ada yang bisa dipastikan siapa yang maju dan daftar ke KPU ya semuanya serba mungkin," tegas Adi, Kamis (29/9/2022).
Spekulasi koalisi kedua parpol tidak terlepas dari komunikasi politik yang dilakukan Puan untuk memastikan tiket dan dukungan guna berlaga pada kontestasi 2024.
"Ini kan sebenarnya komunikasi politik yang dibangun oleh Puan untuk memastikan bisa maju dan bisa didukung oleh partai-partai politik yang lain. Inti dari komunikasi politik kan begitu. Pasti membawa kepentingan partai dan dirinya untuk bisa maju," tegasnya.
Jika komunikasi tersebut produktif dan mencapai kesepakatan politik, tidak menutup kemungkinan koalisi antara PDIP dan Golkar akan terbentuk.
BACA JUGA: Rusia Matikan Tombol Energi, Eropa Terancam Puasa Internet Berjamaah
"Kalau PDIP, misalnya, dengan Golkar maju, ya pasangannya dari PDIP dan Golkar kalau itu cocok ya koalisi terbentuk," tambahnya.
Namun demikian, pertemuan itu bisa saja menghasilkan kemungkinan koalisi antara KIB dan PDIP.
Sementara itu, peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengungkapkan, bahwa saat ini poros koalisi tengah menunggu langkah dari PDIP.
Partai berlambang banteng itu satu-satunya partai yang bisa maju sendiri di Pemilu 2024. Namun Puan, sebagai wakil dari PDIP telah melakukan rangkaian safari politik.
“Salah satu variabel yang menentukan adalah sikap PDIP, sebagai partai terbesar yang bisa maju sendiri, langkah dia dinantikan oleh yang lain. Mau sendiri atau bergabung dengan embrio koalisi lain, misal KIB atau Gerindra, nah itu akan membayangi embrio koalisi yang sudah ada,” kata Bawono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.