Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Bendera Iran/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat unjuk rasa di Iran meningkat hingga sedikitnya 76 orang akibat tindakan keras pasukan keamanan selama 11 hari kerusuhan yang dipicu oleh kematian seorang wanita dalam tahanan, kata para aktivis.
Iran Human Rights (IHR), organisasi berbasis di Norwegia, menuduh pihak berwenang menggunakan kekuatan yang tidak proporsional dan peluru tajam untuk menekan perbedaan pendapat.
Media pemerintah menyebut jumlah korban tewas 41 orang, termasuk beberapa personel keamanan dan menyalahkan "perusuh". Ratusan orang juga ditangkap dan 20 di antaranya wartawan.
"Penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap pengunjuk rasa dan penggunaan peluru tajam adalah kejahatan internasional," kata Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam seperti dikutip BBC.com, Rabu (28/9/2022).
Dia mengatakan bahwa dunia harus membela tuntutan rakyat Iran untuk hak-hak dasar mereka.
Kantor hak asasi manusia (HAM) PBB juga mengatakan sangat prihatin dengan tanggapan kekerasan pihak berwenang dan mendesak mereka untuk menghormati hak untuk melakukan protes secara damai.
Demonstrasi anti-pemerintah telah menyebar ke lebih dari 80 kota besar dan kecil di seluruh Iran sejak pemakaman Mahsa Amini pada 17 September 2022.
Wanita Kurdi berusia 22 tahun dari kota barat laut Saqez itu awalnya mengunjungi Ibu Kota, Teheran, pada 13 September ketika dia ditangkap oleh petugas polisi moral karena diduga melanggar undang-undang yang ketat. Peraturan di negara itu mengharuskan wanita untuk menutupi rambut mereka dengan jilbab.
Dia pingsan setelah dibawa ke pusat penahanan untuk "dididik" dan meninggal di rumah sakit setelah tiga hari dalam keadaan koma.
Polisi mengatakan Amini meninggal setelah menderita gagal jantung mendadak, tetapi keluarganya menolaknya dan menuduh bahwa dia dipukuli oleh petugas.
Protes terhadap polisi moralitas dan hukum jilbab yang dipicu oleh kematiannya dengan cepat berkembang menjadi tantangan paling serius yang dihadapi ulama Muslim Syiah Iran selama bertahun-tahun.
BACA JUGA: WHO Isyaratkan Pandemi Berakhir, Ini Update Capaian Vaksinasi DIY
Pada Senin (26/9/2022) protes dilaporkan di Teheran dan sejumlah kota lain, termasuk Yazd dan Tabriz serta Sanandaj di barat laut. Siswa dan guru di lebih dari 20 universitas juga melakukan aksi mogok dan keluar dari ruang kelas mereka.
Para pejabat Iran juga telah mengumumkan penangkapan lebih dari 1.200 orang.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menuntut pembebasan sedikitnya 20 wartawan dan blogger yang telah ditahan, serta pembela hak asasi manusia, pengacara dan aktivis masyarakat sipil.
"Pasukan keamanan Iran harus menghentikan tindakan represif terhadap jurnalis yang menceritakan kisah kritis ini dan memulihkan akses internet yang sangat penting untuk membuat publik mendapat informasi," menurut CPJ.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.