Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Ikustrasi vaksin cacar monyet (monkeypox)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA — Cacar monyet adalah penyakit langka yang mirip dengan cacar yang disebabkan oleh virus monkeypox.
Cacar monyet memiliki gejala seperti flu, demam, kedinginan, dan ruam yang bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk hilang.
Ditemukan pada tahun 1958, ketika dua wabah penyakit mirip cacar terjadi pada kelompok monyet yang digunakan untuk penelitian. Menyebar melalui kontak manusia dengan hewan pengerat yang terinfeksi, tetapi kadang dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi.
Ada dua jenis virus monkeypox yang diketahui, satu yang berasal dari Afrika Tengah dan satu yang berasal dari Afrika Barat. Wabah dunia saat ini disebabkan oleh jenis dari Afrika Barat yang tidak terlalu parah.
Dikutip dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), saat ini tidak ada pengobatan khusus yang disetujui untuk infeksi virus monkeypox. Namun, ada beberapa obat antivirus yang digunakan untuk mengobati cacar dan kondisi lain yang dapat membantu pasien dengan infeksi cacar monyet.
Antivirus ini meliputi: tecovirimat atau ST-246 (TPOXX), brincidofovir (Tembexa), dan cidofovir (Vistide), antivirus yang diberikan secara intravena yang digunakan untuk mengobati retinitis sitomegalovirus pada pasien dengan AIDS.
Selain itu, intravena vaccinia immune globulin (VIGIV), yang dilisensikan untuk pengobatan komplikasi dari vaksinasi cacar (vaccinia), diizinkan untuk digunakan demi mengobati cacar monyet dan virus cacar lainnya selama wabah. NIAID bekerja dalam pengembangan tecovirimat dan brincidofovir.
Food and Drug Administration (FDA) menyetujui tecovirimat pada tahun 2018 untuk pengobatan cacar pada orang dewasa dan anak-anak. Obat tersebut telah ditambahkan ke U.S. Strategic National Stockpile untuk digunakan jika terjadi wabah. Tersedia dalam formulasi oral dan intravena. Persetujuan FDA didasarkan pada penelitian pada primata bukan manusia yang terinfeksi cacar monyet.
FDA menyetujui brincidofovir untuk pemberian oral pada tahun 2021 sebagai pengobatan cacar pada orang dewasa dan pasien anak, termasuk neonatus berdasarkan data kemanjuran hewan (kelinci yang terinfeksi virus cacar kelinci, dan tikus yang terinfeksi virus ectromelia).
Selain bekerja pada dua obat ini, NIAID terus menyaring senyawa baru lainnya untuk menemukan kandidat antivirus potensial untuk mengobati monkeypox dan virus cacar lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.