Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Umat Muslim melakukan ziarah di Gunung Al-Noor, Mekkah, Arab Saudi, Senin (4/7/2022). Umat Islam percaya Nabi Muhammad menerima kata-kata pertama dari Alquran melalui Jibril di Gua Hira yang berada di gunung tersebut. REUTERS/Mohammed Salem
Harianjogja.com, JAKARTA – Agama Islam merupakan agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia, dalam sejarah masuknya agama Islam di Indonesia ini memiliki banyak teori-teori yang mendasari persebaran agama Islam
Menurut eks Rektor UIN Syarif Hidayatullah dan sekarang menjabat Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra menyebut bahwa Islam datang ke Indonesia ini sangat kompleks, yang artinya sejarah Islam ke Indonesia tidak hanya berasal dari satu tempat, peran kelompok tunggal dan tidak dalam waktu bersamaan.
Dikutip dari jurnal UIN Syahada Padangsidimpuan, banyak perbedaan dari sejarawan tentang topik masuknya Islam ke Indonesia, salah satunya pendapat dari Snouck Horgounje yang mengatakan agama Islam pertama kali dibawa oleh orang India ke Indonesia.
Namun, ada yang mengatakan Islam dibawa orang Arab, orang China bahkan Eropa.
Dalam teori ini menyatakan bahwa agama Islam pertama kali datang langsung dari Abad ke 7-8 Masehi dengan dibawa oleh para saudagar dari Arab. Lalu, pada teori ini Barus merupakan daerah pertama yang disinggahi muslim Arab, pembuktian teori ini adalah ditemukannya makam yang bertulis Ha-Mim pada 670 Masehi dan penemuan arkeolog akan sumber-sumber epigrafi yang berbentuk batu nisan.
Teori ini didukung oleh Krawfurl, Keijzer, Nieman, de Hollender, J. C. Van Leur, Thomas W. Arnold, Naquib al-Attas, Buya Hamka, Djajadiningrat, Mukti Ali dan tokoh yang paling gigih mempertahan teori ini adalah Naquib al-Attas.
Teori ini dikemukakan ilmuwan dari Universitas Leiden, Pijnapel dengan mengatakan bahwa hubungan pedagang Gujarat lah yang memiliki peranan penting penyebaran Islam di Indonesia, teori ini dikembangkan oleh Ilmuwan Belanda, Snouck Hurgronje, menurutnya ulama-ulama Gujarat penyebar Islam pertama di Nusantara, baru kemudian disusul orang-orang Arab.
Hurgronje kemudian alasannya mengembangkan teori ini karena kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam ke Indonesia, hubungan dagang India –Indonesia telah lama terjalin dan inskripsi tertua tentang Islam terdapat di Sumatera yang menunjukkan hubungan antara Sumatra dan Gujarat.
Teori Gujarat juga didukung oleh Moquette dan menambahkan bukti tentang penemuan batu nisan di Pasai sama dengan batu nisan di Gujarat. Namun, bukti tersebut dikritik seorang jurnalis asal Australia, George Ernest Morrison menurutnya bukti ini tidak lantas Islam berasal dari daerah ini, karena berdasarkan data sejarah raja Pasai pertama wafat pada tahun 698 H/1298 Masehi sedangkan Gujarat masih merupakan kerajaan Hindu, setahun kemudian barulah kerajaan ini menjadi kerajaan Islam.
Salah satu tokoh dalam teori ini adalah Hoesein Djajaningrat, dalam teori Persia menurut Djajaningrat memiliki bukti yang ditemukan dalam kehidupan masyarakat di wilayah Indonesia pada abad ke-11 seperti, adanya peringatan 10 Muharram sebagai hari Asyura, yang dikenal sebagai hari peringatan orang syi’ah atas terbunuhnya Husein bin Ali bin Abi Muthalib.
Selanjutnya, ada kesamaan ajaran antara Syekh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj dan penggunaan istilah bahasa Iran dalam pengajian quran tingkat awal dalam sistem mengeja huruf Arab, untuk tanda-tanda huruf harakah.
Dalam teori ini menjelaskan bahwa etnis China Muslim sangat berperan dalam proses penyebaran agama Islam di Nusantara. Islam datang ke Cina di Canton (Guangzhou) pada masa pemerintahan Tai Tsung (627-650) dari Dinasti Tang. Lalu, muslim Cina ke Nusantara pada abad ke 7-8 Masehi melalui jalur perdagangan dan wilayah yang pertama kali didatangi adalah wilayah Sumatera.
Perlu dipahami bahwa teori ini tidak menegaskan tentang awal datangnya Islam ke Indonesia, melainkan tentang peran muslim Cina dalam menyumbangkan data informasi tentang adanya komunitas muslim di Indonesia serta dan perannya dalam perkembangan pada abad ke 15/16 Masehi. Seperti, dalam sumber-sumber China disebutkan bahwa pada abad ke-7 M seorang pedagang Arab menjadi pemimpin sebuah pemukiman Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera (disebut Ta’shih).
Selain empat teori diatas, teori Turki juga menyebut bahwa Islam di Indonesia berasal dari muslim di Turki. Dengan bukti bahwa banyaknya ulama Kurdi yang berasal dari Turki mengajarkan islam di Indonesia, seperti kitab Tanwir al-Qulub karangan Muhammad Amin al-Kurdi, selanjutnya terdapat tradisi barzanji yang sudah populer di Indonesia dan banyaknya istilah Kurdi yang dipakai di Indonesia seperti Haji Kurdi, gang Kurdi, jalan Kurdi dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.