57 Senjata Rakitan Konflik Adonara Diserahkan ke Polisi
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Tembok Benteng Keraton Kartasura, Sukoharjo, yang dijebol warga ditutup dengan seng, Rabu (27/4/2022)./Solopos-Magdalena Naviriana Putri
Harianjogja.com, SOLO-Benteng Kraton Kartasura kembali dijebol warga, Jumat (8/7/2022). Benteng yang dijebol saat ini adalah Dalem Singopuro di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kejadian serupa juga pernah terjadi pada 21 April lalu namun pada titik yang berbeda. Saat itu, tembok benteng kraton yang dijebol warga yang berlokasi di Kampung Krapyak Kulon RT 002/RW 010, Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Tembok yang masuk cagar budaya itu dijebol menggunakan alat berat.
Berbicara kompleks benteng Singopuran, usianya sekitar 277 tahun. Benteng kuno itu telah didaftarkan sebagai objek diduga cagar budaya pada 2017.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Siti Laela, Jumat, mengatakan sejarah rumah dan benteng Dalem Singopuro tak lepas dari Kraton Kartasura. Kala itu, Dalem Singopuro digunakan sebagai tempat tinggal patih Kraton Kartasura.
Baca juga: Benteng Kraton Kartasura Dijebol Warga dengan Alat Berat, Ini Alasannya
“Usia Benteng Singopuran [Dalem Singopuro] tak berbeda jauh dibanding benteng Kraton Kartasura. Namun, lebih tua Benteng Kartasura. Diperkirakan penghuni rumah di dalam benteng adalah keluarga patih saat berdirinya Kraton Kartasura,” kata dia dikutip dari Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (9/7/2022).
Laela mengatakan saat bertemu dengan pemilik lahan, kondisi benteng masih utuh. Saat itu, pemilik lahan tak bercerita hendak menjebol benteng kuno tersebut.
“Saya bertemu langsung dengan Pak Sudino, pemilik lahan pada pekan lalu. Pemilik lahan sudah berganti tiga kali. Saya sampaikan informasi mengenai pendaftaran sebagai objek diduga cagar budaya melalui sistem registrasi nasional,” kata Laela.
Sebelumnya, Laela bersama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendatangi lokasi Benteng Kraton kartasura yang dijebol di Desa Singopuran pada Jumat. Rombongan Bupati Sukoharjo tiba di lokasi penjebolan benteng bata kuno sekitar pukul 13.00 WIB.
Didampingi forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Kartasura dan pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Etik mengelilingi kompleks rumah kuno sebelum bergeser ke benteng yang dijebol warga.
Bupati mengaku prihatin atas kasus penjebolan benteng yang kembali terulang di Kartasura. Belum lama ini, Benteng Baluwarti di Kampung Krapyak Kulon, Kelurahan/Kecamatan Kartasura dijebol oleh pemilik lahan pada April. Penjebolan benteng berusia ratusan tahun itu juga menggunakan alat berat.
“Sakbodo-bodone uwong mesti ngerti, mesti paham kalau ini benteng bekas keraton. Harusnya tanya-tanya dulu, koordinasi dengan ketua RT dan pemerintah desa sebelum menjebol benteng,” kata dia, Jumat.
Bupati menyampaikan perwakilan Disdikbud Sukoharjo telah bertemu langsung dengan pemilik lahan pada akhir pekan lalu. Mereka menyampaikan benteng bata kuno itu telah didaftarkan sebagai objek diduga car budaya kepada tim ahli cagar budaya.
Tim ahli cagar budaya hendak melakukan pengkajian secara mendalam terhadap bangunan benteng kuno. Sayangnya, benteng Kraton Kartasura itu telah dijebol oleh pemilik lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.