Seskab Teddy Tepis Sekolah Rakyat Tak Bermutu, Ini Buktinya
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis anggapan Sekolah Rakyat tak bermutu. Lebih dari 43.000 anak telah mendapat kesempatan belajar.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di Pekan Milenial Naik Kelas 2022 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia Group secara hibrida di Hotel Aryaduta, Jakarta (5/4/2022)./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah menjaga harga BBM jenis Pertalite tetap Rp7.650 meski harga minyak mentah dunia terus naik.
Dia menjabarkan bahwa sebelum pandemi Covid-19 harga minyak mentah dunia hanya US$60 per barel, sedangkan saat ini sudah meningkat pesat hingga US$110 - US$120 per barel.
"Sudah dua kali lipat hati-hati. Negara kita ini masih kami tahan untuk tidak menaikkan harga BBM yang namanya Pertalite," kata Jokowi dalam Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29, Kamis (7/7/2022).
BACA JUGA: Buntut Dugaan Kasus Asusila, Kemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah di Jombang
Lebih lanjut, Jokowi membandingkan harga Pertalite dengan harga BBM di luar negeri yang sudah melambung hingga diangka Rp31.000 per liter, seperti di Jerman dan Singapura yang harga BBM menembus Rp31.000 per liter dan Thailand yang mencapai Rp 20.000 per liter.
Sementara itu, dia melanjutkan di Indonesia sendiri harga Pertalite masih di harga Rp7.650 per liter lantaran pemerintah masih melakukan subsidi melalui APBN terhadap BBM jenis penugasan tersebut.
"Jangan tepuk tangan dulu, ini kita masih kuat dan kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat ber subsidi. Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi? ya kan. kalau BBM naik ada yang setuju? Engga? Pasti semua tidak setuju," katanya.
Jokowi melanjutkan, di Indonesia pemerintah masih menahan untuk tidak menaikkan harga BBM khususnya Jenis BBM Penugasan (JBKP) seperti Pertalite yang saat ini harganya masih Rp7.650 per liter.
Bahkan, Indonesia menjadi negara dengan importir BBM terbesar. Dia menyebut, kebutuhan akan konsumsi BBM di Indonesia mencapai 1,5 juta barel minyak, sedangkan impornya adalah setengah dari jumlah konsumsi tersebut.
"Artinya apa? kalau harga di luar naik kita harus bayar lebih banyak. Supaya kita ngerti masalah ini, gas juga sama, internasional sudah naik lima kali, padahal gas kita impor gede banget," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis anggapan Sekolah Rakyat tak bermutu. Lebih dari 43.000 anak telah mendapat kesempatan belajar.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.