Serapan Anggaran Kementerian PUPR Mencapai Rp23,71 Triliun

Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan Rabu, 25 Mei 2022 20:57 WIB
Serapan Anggaran Kementerian PUPR Mencapai Rp23,71 Triliun

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis/Abdullah Azzam

Harianjogja.com, JAKARTA - Serapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mencapai 21,91 persen per 25 Mei 2022 dari total pagu sepanjang tahun ini senilai Rp100,6 triliun.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2022, Kementerian PUPR mendapat pagu anggaran sebesar Rp100,6 triliun dengan rencana program yang akan dilaksanakan antara lain Bidang Sumber Daya Air sebesar Rp41,2 triliun, Bidang Jalan dan Jembatan sebesar Rp39,7 triliun, Bidang Permukiman sebesar Rp12,5 triliun dan Bidang Perumahan Rp5,1 triliun.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pantja Dharma Oetojo menjelaskan progres fisik 2022 sampai dengan Rabu (25/5/2022) telah mencapai 25,06 persen.

BACA JUGA: Terdeteksi di DIY, Bayi 1 Tahun Diduga Kasus Hepatitis Akut

"Penyerapan keuangan 21,91 persen atau Rp23,96 triliun," kata Pantja kepada Bisnis, Rabu (25/5/2022).

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan untuk mengoptimalisasi pelaksanaan anggaran TA 2022, maka terdapat tiga arahan yaitu mempercepat pelaksanaan pekerjaan yang belum dilakukan lelang, memanfaatkan semua dana blokir, mengumpulkan dana sisa lelang.

Menurut Basuki percepatan pekerjaan fisik dan serapan anggaran anggaran perlu dilakukan untuk bisa memastikan bisa menyelesaikan semua proyek infrastruktur pada 2023.

"Saya mohon rekan-rekan semua untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran ini guna membuka lapangan pekerjaan. Saya juga minta dalam membuat strategi percepatan pembangunan untuk tetap memperhatikan kualitas infrastruktur yang dibangun,” ujar Basuki.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online