Buntut Gagal Bayar, Sri Lanka Lego Maskapai Nasional

Nindya Aldila
Nindya Aldila Selasa, 17 Mei 2022 03:17 WIB
Buntut Gagal Bayar, Sri Lanka Lego Maskapai Nasional

Bendera nasional Sri Lankan/ Bloomberg-Taylor Weidman

Harianjogja.com, JAKARTA—Sri Lanka akan menjual maskapai pelat merah mereka, SriLankan Airlines sebagai rentetan dari dampak gagal bayar utang luar negerinya.

Dilansir Bloomberg pada Senin (16/5/2022), Perdana Menteri Ranil Wickremesingh mengatakan melalui siaran televisi bahwa pemerintah Sri Lanka tengah mengupayakan langkah privatisasi maskapai nasional. Dia meminta rakyat agar tetap bersabar dan mengatakan bahwa krisis ekonomi akan memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, Sri Lanka mengalami default atau gagal bayar setelah masa tenggang pada dua obligasi asing yang belum dibayar berakhir pada Rabu, pukulan terbaru ke negara yang diguncang oleh krisis ekonomi dan kerusuhan sosial.

BACA JUGA: Rusia Dijatuhi Sanksi Barat, Putin Ingatkan Ancaman Krisis Ekonomi Global

PM Wickremesinghe belum menunjuk seorang Menteri Keuangan untuk memimpin pembicaraan bailout dengan Dana Moneter Internasional. Wickremesinghe ditunjuk pekan lalu setelah bentrokan keras antara pendukung pemerintah dan pengunjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa.

Pemerintah Sri Lanka mengumumkan pada pertengahan April bahwa mereka akan berhenti membayar kembali utang luar negerinya untuk mempertahankan uang tunai untuk impor makanan dan bahan bakar.

Beberapa hari kemudian, S&P Global Ratings mengumumkan default selektif usai Sri Lanka gagal membayarkan kupon US$78 juta untuk obligasi dolarnya yang jatuh tempo pada tahun 2023 dan 2028.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online