Lewat Film BNNP DIY Sebut Bahaya Narkoba Bertransformasi Jadi Permen
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Ist
Banyak pihak menyayangkan peristiwa dijebolnya tembok Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pasalnya tembok ini merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, Sukoharjo.
Ditemui usai memimpin Musrenbang di Kabupaten Blora, Gubernur mengaku sangat menyayangkan kejadian perusakan itu. Pihaknya juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi. "Sudah direspon, dari kepolisian sudah dan dari dinas kita juga sudah di lokasi. Saya minta dicek," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (26/4/2022).
Gubernur meminta, pengecekan bukan hanya soal kondisi benteng, tetapi juga pengecekan untuk mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu.
"Siapa yang jual, siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjualbelikan sehingga dilakukan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu," ucapnya.
Dirjen Kebudayaan lanjut Ganjar juga sudah datang. Pihaknya terus berkoordinasi dan bekerjasama terkait penanganan kasus itu. "Saya menunggu proses berikutnya dan saat ini lokasi sudah di-police line," tegasnya.
Terlepas dari keprihatinannya, Ganjar mengatakan, kasus dirusaknya tembok Baluwarti menjadi peringatan bagi pihaknya sebagai pemerintah. Bahkan bisa dikatakan, kejadian itu merupakan kritik keras.
"Itu peringatan buat kita, itu kritik keras buat kami pemerintah, (termasuk) buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini," katanya.
Terkadang lanjut Ganjar, kalau ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat, orang menganggapnya seperti onggokan sampah tak berguna. Sehingga, kerap terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya. Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi.
"Tapi begitu kejadian seperti ini, semuanya geger. Ya ini koreksi buat (kita selaku) pemerintah yang harus diperbaiki," tegasnya.
Sekadar diketahui, tembok eks Keraton Kartasura di Kabupaten Sukoharjo dirobohkan menggunakan ekskavator. Padahal, tembok tersebut merupakan benda cagar budaya.
Pelaku mengaku telah membelinya dari seseorang. Tembok itu dijebol karena akan digunakan untuk dibuat ruko dan kos-kosan. Terkait jual beli cagar budaya ini, Gubernur minta hal ini diselidiki lebih lanjut. Kepemilikannya harus jelas agar tidak terjadi penjualan yang tidak semestinya.
"Seperti kasus ini, saya khawatir (tanah) itu punya perseorangan dan dia mau jual. Ya kalau begitu (milik perseorangan) memang ada hak perdatanya, tapi (yang ini) kan ada pelanggaran yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini," pungkasnya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.