Respons Jokowi Terkait Sosok Inisial J Akan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi merespons terkait sosok berinisial J yang oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep disebut bakal menjadi Ketua Dewan Pembi
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aris Wasita
Harianjogja.com, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak setuju dengan wacana jabatan Presiden Indonesia hingga tiga periode.
BACA JUGA: Tok! RUU TPKS Resmi Jadi Undang-undang
Gibran mengaku akan ikut berdemo apabila terdapat keputusan resmi mengenai jabatan presiden yang diperpanjang. Ia pun siap untuk terjun ke jalan dan gabung demo menolak usulan tersebut.
“Kabari saya kalau ada demo, tak melu menolak,” tulisnya, Selasa (12/4/2022) siang, melalui pesan WhatsApp.
Di sisi lain, Gibran juga mengomentari demo yang dilakukan oleh HMI Soloraya pada hari ini, Selasa.
“Sudah jelas tidak ada penundaan,” katanya.
BACA JUGA: Chat Aneh Teman yang Menyebalkan Dijual sebagai NFT, Laku Rp800.000
Ia pun berpesan untuk tidak adanya kekerasan yang terjadi saat demo dilakukan oleh para mahasiswa di Solo.
"Ya ndak apa-apa, menyampaikan aspirasi, mangga saja. Asal jangan ada kekerasan,” lanjut anak Joko Widodo itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi merespons terkait sosok berinisial J yang oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep disebut bakal menjadi Ketua Dewan Pembi
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.