Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
DPRD Kabupaten Magelang menerima audiensi perwakilan perajin tahu dan tempe Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/3/2022). - Harian Jogja/Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG—Ratusan perajin tahu tempe dari Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Magelang, Jumat (25/3/2022).
Dalam aksinya itu, mereka menuntut pengendalian harga kedelai dan minyak goreng. Mereka menilai harga dua komoditas itu membuat ongkos produksi tahu dan tempe menjadi ikut-ikutan naik.
Koordinator aksi, Yuni Setiawan, menuturkan industri tahu dan tempe di Desa Mejing menyerap banyak tenaga kerja tidak hanya warga Mejing tetapi juga warga di sekitar desa tersebut.
“Kami [perajin tahu tempe] bingung saat kedelai dan minyak mahal padahal kami harus produksi setiap hari. Kami mau menaikkan harga tahu tempe juga sulit karena jadi sulit laku di pasar, kami pusing,” katanya, Jumat.
Anggota paguyuban tahu tempe wilayah Desa Mejing, Tri Wahyudi, menyebutkan sebelum ada pandemi Covid-19, harga kedelai sebagai bahan baku produksi tahu dan tempe Rp6.700 dan paling mahal Rp7.000 per kilogram (kg).
Namun, saat ini harganya Rp12.200 per kg atau naik lebih dari Rp5.000 per kg. “Padahal saya per hari biasa memproduksi satu kuintal kedelai jadi tahu dan tempe, bisa dibayangkan berapa kenaikan ongkos produksi kami,” katanya.
Selain kedelai, lonjakan harga juga terjadi pada minyak goreng yang saat ini mencapai Rp325.000 sampai Rp350.000 per deriken berisi 17-18 kg curah, dan dengan harga itu pun barangnya tidak ada di pasar.
Perajin disodori minyak goreng kemasan dengan harga Rp285.000 per karton yang dulunya Rp120.000 per karton. “Dengan banyak kenaikan harga itu, saat ini kami harus tombok Rp550.000 untuk produksi satu kuintal tahu dan tempe,” ucap Tri Wahyudi.
Dalam aksinya, para perajin tahu tempe menggelar aksi teatrikal di halaman, membawa produk mereka yaitu tahu, tempe serta minyak goreng. Selanjutnya, perwakilan dari mereka diterima untuk audiensi bersama Wakil Ketua DPRD Magelang, Soeharno, serta Komisi II terdiri Ketua Prihadi; Wakil Ketua Gunawan, Sekretaris Sobikin, dan anggota Suharno, Gunawan Sugiarno, Sarimin, Sarifah Apriliani, Joko Anaryanto dan Sonhaji.
Para wakil rakyat itu berjanji akan menyampaikan ke Pemerintah Pusat aspirasi dari paguyuban pengrajin tahu tempe Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo untuk mengendalikan harga kedelai dan minyak goreng.
“Kami akan langsung mengirimkan surat aspirasi dari pengrajin tahu dan tempe ini dan diberi pengantar sehingga lebih cepat. Jadi kami tidak hanya memberi harapan tetapi kami apa yang menjadi harapan paguyuban kami laporkan secepatnya agar ada solusi,” kata Soeharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.