FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, SEMARANG — Warga Semarang dihebohkan dengan penemuan mayat seorang perempuan dan anak di bawah jembatan jalan tol.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng mengungkap identitas mayat perempuan yang ditemukan di bawah jembatan Tol Semarang-Solo, wilayah Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (13/3/2022). Perempuan itu bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya, berusia 32 tahun, warga Jogja, yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan atau nakes.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro, mengatakan diduga kuat korban merupakan perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang ke Polres Sleman. Dugaan ini menyusul ditemukan barang-barang yang melekat di tubuh korban sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan ke Polres Sleman.
“Dari hasil identifikasi, korban identik dengan seseorang yang dilaporkan hilang di Polres Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta [DIY],” ujar Dirreskrimum Polda Jateng, dikutip dari Antara, Rabu (16/3/2022).
Korban diketahui juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes). Selain itu, polisi juga menemukan kerangka anak berusia di bawah 12 tahun tak jauh dari lokasi penemuan mayat perempuan tersebut.
Djuhandani menduga kerangka anak itu milik anak Sweetha. Dugaan itu muncul dikarenakan korban memiliki dua orang anak yang salah satunya berusia 12 tahun.
BACA JUGA: Ini Daftar 7 Calon Rektor UGM
Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian perempuan yang mayatnya ditemukan di bawah jembatan Tol Semarang-Solo itu. Dugaan kuat perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan. Hal ini diketahui dari hasil olah tempat kejadian perkara yang menyatakan mayat perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi leher dan kaki terikat sarung.
Saat ditemukan oleh seorang pencari rumput, mayat perempuan yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 145 cm dan berat 45 kg itu tertutup kain sarung. Mayat tersebut ditemukan telah mengeluarkan bau yang menyengat dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 7-14 hari.
Kala ditemukan, korban mengenakan celana jin berwarna biru, kaus warna merah tanpa bra dan kaus lengan panjang berwarna putih dengan motif garis-garis hitam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.