Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Wisatawan dipandu petugas saat melakukan check in aplikasi PeduliLindungi di objek wisata Candi Borobudur, Jumat (17/9/2021). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Tren wisata setelah pandemi diperkirakan berubah. Pada 2022, wisata outdoor dinilai akan banyak menjadi pilihan wisatawan.
Pengamat Pariwisata UGM, Hendrie Adji Kusworo mengatakan pergerakan pariwisata sangat tergantung dengan perkembangan pandemi Covid-19. “Selama ini Covid-19 menjadi penghambat utama pariwisata. Jadi sangat bergantung dengan penanganan Covid-19. Namun, saat ini situasinya secara umum cenderung membaik,” ujar Adji, Kamis (16/12/2021).
Ketua Program Studi S3 Kajian Pariwisata itu mengatakan kendati kini Covid-19 terbilang dapat dikendalikan, dan vaksinasi terus berjalan, tetapi masyarakat tidak bisa lengah juga, karena munculnya varian Omicron. “Tentunya adanya varian ini menjadi input bagi kebijakan Pemerintah Pusat juga,” ucapnya.
Melihat kondisi yang ada, Adji mengatakan tren wisata ke depan akan lebih pada wisata outdoor. “Wisata di luar ruangan akan lebih menjadi pilihan, karena sirkulasi udara yang baik. Kesempatan menjaga jarak lebih bisa dilakukan,” kata Adji.
Dalam hal ini Desa Wisata dinilai Adji juga akan menjadi pilihan banyak wisatawan. Saat ini Adji menilai sudah mulai banyak pengelola Desa Wisata yang peduli akan kebersihan dan upaya pencegahan Covid-19 sendiri.
“Perlu ditekankan memang, soal menjaga komitmen cleanliness, health, safety, dan environment sustainability [CHSE],” kata dia.
Senada, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Hery Setyawan juga menilai wisata luar ruangan memiliki potensi yang besar ke depan. Di DIY, Hery juga melihat potensi destinasi wisata outdoor sangat besar.
“Seperti wisata pantai, hingga ke sport tourism yang menawarkan wisata bersepeda, mengelilingi destinasi wisata alam di DIY,” ucap dia.
Industri pariwisata di DIY, kata dia, sebenarnya sejak awal sudah siap menangkap peluang itu. Akan teteapi, hal ini juga perlu dibarengi dukungan kebijakan dari pemerintah. “Kami [industri pariwisata] sebenarnya sudah siap, tetapi untuk saat ini wisatawan masih kebanyakan yang melakukan perjalanan mandiri. Kami perlu dukungan dari pemerintah,” ucap Hery.
Asita pun, kata dia, sebenarnya lebih banyak mengandalkan wisatawan mancanegara. Namun, melihat kondisi yang ada sekarang masih sangat terbatas, atau bahkan tidak ada wisatawan mancanegara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.