Ini Ciri Jasa Resmi Kursi Roda Haji di Mekkah, Jangan Salah Pilih
Tarif jasa kursi roda haji di Masjidil Haram bisa tembus Rp2,7 juta. Simak ciri resmi dan tips aman dari PPIH.
Suasana gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA — Ekonom Center of Reform on Economics atau Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa upaya pencegahan penyebaran varian omicron Covid-19 harus berjalan cepat dan serius, agar dampaknya tidak merembet ke perekonomian.
Menurutnya, Indonesia perlu mewaspadai temuan varian omicron di sejumlah negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailland. Pemerintah perlu menjaga agar tidak ada transmisi varian virus itu ke dalam negeri.
Menurut Yusuf, upaya pencegahan penyebaran omicron menjadi sangat penting di tengah tren pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah pencegahan dengan cepat dan optimal.
"Saat ini, proses memperketat border terutama internasional merupakan kebijakan esensial yang perlu dilakukan, mengingat saat ini varian baru ini sudah menyebar, bahkan Singapura sudah melaporkan kasus baru dari Covid-19, jadi memang sudah semakin dekat dengan Indonesia," ujar Yusuf kepada Bisnis, Senin (6/12/2021).
Setelah itu, pemerintah harus meningkatkan kemampuan pengetesan di dalam negeri. Pengetesan bukan hanya kepada masyarakat luas, tetapi juga secara spesifik menyasar pendatang-pendatang dari luar negeri, khususnya dari negara yang memiliki konfirmasi kasus omicron.
"Sementara dari dalam negeri, proses mendorong PPKM pada akhir tahun merupakan langkah yang baik tentu kebijakan ini yang kemudian perlu diawasi," ujarnya.
Pada hari ini, Senin (6/12/2021) pemerintah menyatakan bahwa temuan varian baru itu sudah ada di 45 negara, termasuk sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.
Menurut Yusuf, berkaca dari catatan di Afrika Selatan, lonjakan kasus Covid-19 saat ini sangat curam. Hal tersebut mengindikasikan bahwa varian omicorn berpotensi mirip dengan varian delta dalam konteks penularan yang lebih cepat, meskipun terdapat potensi risiko kematian yang lebih rendah.
Meskipun begitu, perlu diingat bahwa perkembangan penelitian mengenai omicron sangat dinamis dan dampaknya terhadap suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kesiapan rumah sakit. Menurutnya, jika virus itu menyebar di Indonesia maka akan memengaruhi perekonomian.
"Tentu jika ini terjadi di dalam negeri akan berdampak pada proses pemulihan, belajar dari kasus delta yang dialami Indonesia pada Juli silam," ujar Yusuf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.