APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Subsidi Melonjak
Defisit APBN Semester I 2026 menyusut menjadi Rp196,5 triliun, namun belanja subsidi dan kompensasi melonjak hingga Rp233 triliun.
Ilustrasi investasi/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memperkirakan kinerja investasi Indonesia akan terus membaik, utamanya pada 2022.
Menurut Piter, kinerja investasi akan terus bergerak naik seiring dengan semakin pulihnya kegiatan masyarakat karena pelonggaran pembatasan mobilitas.
"Kita melihat ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor pendorong investasi di tahun 2022. Jadi, kita meyakini investasi akan bergerak naik seiring dengan pulihnya perekonomian dan bangkitnya aktivitas sosial-ekonomi masyarakat," jelas Piter pada webinar, Jumat (3/12/2021).
Adapun, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal memiliki target realisasi investasi sebesar Rp1.200 triliun pada 2022. Target tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan tahun sebesar Rp900 triliun.
Di sisi lain, Piter menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai inkonstitusional bersyarat menyebabkan adanya ketidakpastian yang dihadapi olhe investor.
Namun, hal itu menurutnya tidak akan mengganjal proses investasi ke depan jika pemerintah bisa memenuhi putusan MK untuk memperbaiki UU sapu jagad itu dalam kurun waktu dua tahun, sesuai putusan. Piter yakin bahwa pemerintah bisa melakukan perbaikan pada UU Cipta Kerja sesuai waktu yang diberikan, sebelum dinyatakan inkonstitusional permanen.
Apabila hal itu terjadi, maka sejumlah peraturan yang dipangkas atau dicabut oleh UU Cipta Kerja, akan kembali berlaku seperti sebelum adanya omnibus law tersebut.
"Pemerintah nampaknya tidak akan diam saja. Pemerintah akan memenuhi apa yang menjadi putusan MK," lanjutnya.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah bisa mempercepat revisi Undang-Undang Cipta Kerja pasca putusan MK. Revisi itu ditargetkan selesai awal tahun depan.
Menurut Bahlil, putusan MK menyoroti masalah hulu atau aspek formil dalam pembuatan UU Cipta Kerja. Oleh karena itu, pemerintah dapat mempercepat revisinya demi menjaga kepastian hukum bagi investasi.
"Mungkin awal tahun depan bisa kami kebut untuk diselesaikan," ujar Bahlil pada Senin (1/12/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Defisit APBN Semester I 2026 menyusut menjadi Rp196,5 triliun, namun belanja subsidi dan kompensasi melonjak hingga Rp233 triliun.
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.
Prabowo Subianto meminta jenderal TNI tidak menjadi "jenderal salon" dan menginstruksikan TNI, Polri, serta kepala daerah rutin memantau kebersihan lingkungan.