Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Nama Ismail Marzuki diabadikan menjadi nama gedung kesenian di Jakarta yakni Taman Ismail Marzuki (TIM). Ismail Marzuki adalah pencipta lagu Gugur Bunga /Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada 10 November. Google Doodle juga menampilkan foto Ismail Marzuki untuk memperingatinya.
Ismail Marzuki adalah pahlawan nasional sekaligus maestro Indonesia yang berkontribusi terhadap musik Indonesia.Dia juga pencipta lagu berjudul Gugur Bunga di Taman Bakti, atau yang lebih dikenal dengan Gugur Bunga.
Lagu Gugur Bunga diciptakan pada 1945 dan dijadikan lagu wajib nasional untuk menghormati tentara Indonesia yang gugur selama Revolusi Nasional Indonesia. Ismail Marzuki. Lagu ini menceritakan kematian seorang prajurit, dan perasaan penyanyi.
BACA JUGA : Sejarah 10 November Diperingati Hari Pahlawan
Christopher Torchia dalam Indonesian Idioms and Expressions: Colloquial Indonesian at Work (2007), menyebutkan bahwa lagu ini diciptakan untuk menghormati para pejuang yang gugur selama masa revolusi fisik atau perang mempertahankan kemerdekaan yang berlangsung sejak 1945 hingga penyerahan kedaulatan pada akhir 1949.
Setelah kemerdekaan, Belanda/NICA datang kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Belanda ingin menjajah Indonesia lagi setelah pada 1942 kehilangan wilayah yang pernah diduduki selama berpuluh-puluh tahun ini akibat kalah perang dari Jepang.
BACA JUGA : Hari Pahlawan, Guru dan Nakes Bisa Naik Kereta Gratis
Namun, para pemimpin dan rakyat Indonesia tentu menentang dan mengobarkan perlawanan terhadap Belanda. Rakyat dari segala kalangan, baik prajurit, petani, bahkan pelajar, mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta.
Lagu Gugur Bunga dinyanyikan dengan tempo andante moderato dan birama 4/4.
Lirik Lagu Gugur Bunga:
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Reff:
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti
Ismail Marzuki meninggal dunia pada (25/5/1958) dalam usia 44 tahun karena penyakit yang menyerang paru-parunya. Gedung kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM) pun didirikan untuk mengenang seniman sekaligus pejuang yang menghasilkan banyak karya monumental ini.
Hingga kini, alunan lagu bernada syahdu dan memuat lirik yang mengiris hati ini menjadi semacam lagu wajib untuk mengiringi pemakaman tokoh yang dianggap sebagai pahlawan atau sangat berjasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain
– Indonesian Custom Show (ICS) 2026 sukses berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 30.000 pengunjung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, di JEC
Sebanyak 19 tersangka kasus Little Aresha dilimpahkan ke Kejari Kota Jogja. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Telkom Solution tidak hanya membangun kapabilitas solusi digital yang komprehensif, tetapi juga menghadirkan value creation dan nilai tambah yang dibutuhkan
Baterai laptop boros? Terapkan 12 tips hemat daya ini mulai dari kurangi kecerahan, aktifkan mode hemat, hingga periksa kesehatan baterai. Simak selengkapnya!