Anggaran Kuliah Gratis Rp93,7 Triliun, Mendiktisaintek Libatkan Danantara
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa\'adi./www.kemenag.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa\'adi meminta polemik pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama merupakan hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) segera dihentikan. Dia menyatakan Menag Yaqut sudah menyampaikan klarifikasi terkait pernyataannya tersebut.
Menag Yaqut sebelumnya memberi penjelasan terkait pernyataannya tentang Kementerian Agama hadiah untuk NU. Dalam penjelasannya, Menag mengatakan bahwa pernyataan itu disampaikan dalam sebuah forum internal, sehingga tidak ada unsur pejoratif terhadap pihak lain.
Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan menyemangati kepada para santri dan pondok pesantren agar lebih meningkatkan pengabdiannya kepada NKRI. Hal tersebut karena momentumnya bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
“Saya kira penjelasan itu bisa dipahami. Penjelasan sudah disampaikan, dan pro kontra semestinya disudahi,” kata Wamenag di Jakarta, Selasa (26/10/2021).
Wamenag berharap semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengeluarkan statemen yang justru dapat menimbulkan situasi yang semakin panas, apalagi menarik ke masalah tersebut ke dalam isu SARA. Wamenag mengajak seluruh pihak untuk saling menahan diri dan menyalurkan energi bersama untuk bersinergi dalam memajukan bangsa.
“Saya mengajak dengan sepenuh hati agar kita semuanya lebih mengedepankan semangat persaudaraan, kerukunan dan menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat meretakkan bangunan kebangsaan kita. Islam mengajarkan agar kita saling menasihati untuk menaati kebenaran, dan saling menasihati untuk tetap di atas kesabaran. Semoga kita semuanya dapat melaksanakan ajaran Islam yang sangat luhur tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Fadli Zon menilai, Menag Yaqut Cholil Qoumas layak dicopot dari jabatannya lantaran pernyataannya yang menuai kontroversi.
Fadli Zon mengaku heran dengan pernyataan Menag. Menurutnya, sebagai pejabat publik, Menag harusnya pandai menempatkan diri dan jaga komunikasi.
“Menteri kayak gini dicopot segera saja. Legacy apa yg mau ditinggalkan di Kementrian agama?” kata Fadli melalui akun Twitter @fadlizon, Selasa (26/10/2021).
Lebih lanjut, dia menyebutkan Menag seringkali salah menempatkan diri atau salah pernyataan sehingga banyak klaim yang akhirnya perlu untuk dijelaskan kembali atau diklarifikasi.
“[Selain itu] klaim ini perlu diklarifikasi termasuk oleh Pak Jokowi. Benarkah kementrian agama ini hadiah khusus untuk NU bukan untuk umat Islam secara keseluruhan atau umat beragama lainnya?” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.