Bantuan Terhenti, Penyandang Disabilitas di Solo Kesulitan Ekonomi
Ratusan penyandang disabilitas di Kota Bengawan terdampak Pandemi Covid-19. Mayoritas dari mereka kehilangan pekerjaan dan hanya mengandalkan bantuan untuk bertahan hidup.
Gibran Rakabuming Raka/JIBI-Solopos-Farida Trisnaningtyas
Harianjogja.com, SOLO—Dukungan sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024 menjadi polemik hingga muncul istilah celeng.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ikut angkat suara terkait hal itu. Ia diketahui dekat dengan Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jawa Tengah. Kali terakhir, dia dan Wali Kota Bogor, Bima Arya yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) bertemu di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah di Semarang pada Kamis (14/10/2021).
Soal pertemuan dan kedekatannya dengan Ganjar, Gibran mengaku dekat dengan semua orang. Tak terkecuali Ganjar, yang dianggapnya sebagai senior dan mentor. Saat ditanya terkait kubu celeng dan benteng, Gibran hanya menjawabnya dengan candaan. “Hla emange (memangnya) aku celeng,” ucapnya, di hadapan wartawan, Jumat (15/10/2021). Ia lantas berucap pertemuannya itu bukan soal dukung mendukung.
Ganjar yang dianggapnya sebagai, membuat Gibran banyak berkonsultasi. “Kayak kemarin saya titip (Taman) Balekambang kayak gini lho pak, ada tanah provinsi minta dibantu. Kebetulan ada Pak Arya Bima kemarin selaku Ketua Apeksi, saya juga ikut mendampingi saat di Jogja. Kemudian, saya diminta mendampingi ke Semarang. Paginya memang ada acara, kemudian ikut ke Puri Gedeh (Rumdin Gubernur),” ungkapnya.
Ihwal lampu hijau yang diberikan oleh Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang membebaskan kadernya mendukung Ganjar, ia hanya mengaku hanya fokus pada penanganan Covid-19.
“Saya fokus Covid-19 dulu. Soal pernyataan Pak Rudy (keputusan terkait Capres dari PDIP ada di tangan aaibu Ketua Umum PDIP) saya rasa sangat menyejukkan. Kemarin agak panas. Statement dr Pak Rudy sangat menyejukkan. Kan 2024 isih suwe (masih lama),” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Ratusan penyandang disabilitas di Kota Bengawan terdampak Pandemi Covid-19. Mayoritas dari mereka kehilangan pekerjaan dan hanya mengandalkan bantuan untuk bertahan hidup.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan