30 Tahun Kudatuli, PDIP Kota Jogja Teguhkan Demokrasi
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Peresmian penyambungan listrik daya 5.500 VA yang mensuplai Kebutuhan Listrik Kebun Melon dengan sistem Hidroponik pada Rabu (13/10/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, BLORA - Program Electrifying Agriculture PLN telah dimanfaatkan banyak pelaku usaha agribisnis di Jawa Tengah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan. Program ini menawarkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal bagi para pelaku usaha.
Electrifying Agriculture juga mulai merambah ke sektor perkebunan, salah satunya kebun melon yang dikelola oleh BumDes Samin Mandiri yang berada di Desa Klopoduwur, Kabupaten Blora.
Peresmian penyambungan listrik daya 5.500 VA yang mensuplai Kebutuhan Listrik Kebun Melon dengan sistem Hidroponik ini diselenggarakan pada Rabu (13/10/2021).
Acara ini dihadiri oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, M. Irwansyah Putra, Bupati Blora, Arif Rohman beserta jajarannya, dan Ketua BumDes Samin Mandiri, Sugeng Kurniawan.
"Program ini merupakan komitmen PLN untuk mengambil bagian dalam terwujudnya pertanian Indonesia yang modern. Dengan listrik PLN, kami harapkan dapat menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien kepada para petani," terang Irwansyah dalam sambutannya.
Irwansyah berharap dengan masuknya listrik, produktivitas akan semakin baik dan biaya operasional semakin murah serta ramah lingkungan.
Ketua BumDes Samin Mandiri mengungkapkan semenjak menggunakan listrik PLN, produktivitas pun meningkat.
"Ini sebenarnya tanaman melon yang kedua kalinya, yang pertama sudah berjalan dan sudah panen namun saat itu belum ada listrik sehingga pertumbuhan melonnya tidak maksimal karena kekurangan air. Untuk tanaman yang kedua alhamdulillah mendapat bantuan listrik," ungkap Sugeng.
Sebelumnya, 2 Lokasi Gedung perkebunan melon milik BumDes yang masing-masing berkapasitas 1.300 dan 1.700 benih melon ini mengunakan sistem manual.
"Kami mengucapkan terima kasih sebagai wakil dari pemerintah desa dan juga BumDes karena ini sangat sangat bermanfaat sehingga ke depan dapat berproduksi lebih maksimal," tambahnya.
Senada dengan Sugeng, Bupati Blora menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas terwujudnya program Electrifying Agriculture di wilayahnya.
"Ini salah satu program PLN yang sangat luar biasa, saya sangat apresiasi, karena memang kendala di Blora ini salah satunya air, kalo ada listriknya saya kira ini akan sangat membantu", kata Arif.
Ke depannya, diharapkan sinergi antara PLN dengan pelaku usaha agrikultur maupun Pemda akan semakin erat dan harmonis kedepannya sehingga dapat bermanfaat bagi pembangunan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat Kabupaten Blora terutama di masa pandemi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.