Dinding Lumut Pintar dan Aplikasi Tunanetra Jadi Inovasi Terbaik Anak Muda
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-Facebook akhirnya buka suara tentang penyebab gangguan layanan, termasuk WhatsApp dan Instagram, yang berdampak ke seluruh pengguna di dunia. Salah satu platform media sosial ini menjelaskan peristiwa gangguan tersebut karena perubahan konfigurasi router yang bertugas mengatur lalu litas di pusat data.
"Kami meminta maaf untuk semua orang yang terdampak dan kami berusaha memahami lebih dalam tentang apa yang terjadi hari ini supaya kami bisa terus memperkuat infrastruktur kami," tulis Facebook di laman resmi mereka, dikutip Selasa (5/10/2021).
Layanan Facebook, Instagram dan WhatsApp di seluruh dunia padam hampir selama enam jam. Saat ini layanan sudah kembali pulih.
Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer melalui akun Twitter menyatakan mungkin akan butuh waktu sampai layanan mereka pulih 100 persen.
Baca juga: Eror 6 Jam Lebih, WhatsApp dan Instagram Mulai Kembali Normal
Hasil penelurusan tim Facebook untuk masalah ini, gangguan terjadi karena perubahan konfigurasi pada router tulang punggung mereka, yang bertugas mengatur lalu litas pada pusat data atau data center.
Perubahan konfigurasi ini, secara berjenjang, menyebabkan perubahan pada pola komunikasi pusat data. Akibatnya, layanan Facebook terhenti.
"Kami ingin memperjelas bahwa kami yakin akar pemadaman ini karena kesalahan perubahan konfigurasi. Kami tidak memiliki bukti bahwa data pengguna disusupi akibat pemadaman ini," kata Facebook.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Cek jadwal lengkap 15 perjalanan KRL Jogja-Solo Selasa 3 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.
Gunung Karangetang di Sulawesi Utara meletus tiga kali pada Minggu (1/11/2026). Status Level II Waspada, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
KPK memeriksa sejumlah saksi dari pihak swasta untuk mendalami dugaan aliran uang kepada oknum di BNPB dalam kasus korupsi dana siap pakai.
Pemkot Jogja menyiapkan Rp1 miliar pada 2027 untuk mengembangkan integrated farming di Bener sebagai pusat edukasi dan produksi pangan.