85 Persen Populasi di Asia Tenggara Jadi Penonton YouTube
Angka penonton YouTube dilaporkan mencapai 85% populasi di Asia Tenggara atau setara dengan 290 juta jiwa pada 2024. YouTube juga mencatatkan diri sebagai tujua
Ilustrasi obat Covid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Dalam beberapa hari terakhir virus Corona varian Mu yang dinyatakan WHO sebagai anggota variant of interest (VOI) banyak dibahas di medsos.
Tentunya, informasi tersebut menimbulkan pertanyaan di benak masyarakat seiring dengan masih terjadinya penyebaran Covid-19.
Mengutip akun Instagram dr Adam Prabata, kandidat PhD i Medical Science Kobe University, berikut sejumlah hal yang perlu Anda ketahui soal varian Mu:
1. Apa Itu Varian Mu?
Berdasarkan informasi resmi dan World Health Organization (WHO), varian Mu memiliki penamaan lain, yakni B.1.621 dan ditemukan pertama kali di Kolombia pada Januari 2021. Saat ini, varian tersebut sudah ditemukan di 39 negara.
2. Mengapa varian Mu perlu dipantau serius?
Varian tersebut dikatakan berpotensi menurunkan kemampuan respons imun terhadap Covid-19. Selain itu, varian Mu berpotensi menurunkan kemampuan netralisasi dari serum penyintas dan orang yang telah divaksinasi.
Namun demikian, potensi-potensi tersebut masih perlu dipastikan dengan penelitian lebih lanjut.
3. Apakah varian Mu terbukti lebih menular dan lebih berbahaya?
Sejauh ini, belum terdapat cukup bukti yang valid apakah varian tersebut lebih menular dan berbahaya dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya.
Berdasarkan sejumlah informasi di atas, terutama dengan adanya potensi menurunkan respons imun terhadap Covid-19, varian tersebut dinilai berefek kepada beberapa hal. Di antaranya: kemampuan antibodi penyintas, kemampuan terapi antibodi dan plasma, dan kememapuan vaksin.
Namun demikian, varian Mu belum terbukti lebih menular ataupun lebih berbahaya. Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan potensi kemampuan varian Mu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Angka penonton YouTube dilaporkan mencapai 85% populasi di Asia Tenggara atau setara dengan 290 juta jiwa pada 2024. YouTube juga mencatatkan diri sebagai tujua
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.